Puisi: Dari Sebuah Kalender Karya: Isbedy Stiawan ZS
Dari Sebuah Kalender

lalu aku hanya bisa mengingat
setiap torehan di tubuhku oleh jemarimu

maka apa yang bisa kulupakan tentangmu
jika ke sepuluh jemarimu ditambah satu senyuman
telah menanam waktu di tubuhku. bahkan kini menjadi
pohon dengan daun yang rimbun. lalu matahari cuma
bisa mengitari setelah itu pergi

aku masih ingat tanggal yang pernah kau lingkari
di kalender. seperti ingin menandai bahwa waktu
tak selamanya fana. di lembar pertama kulihat
wajahmu senyum. menantang? tapi bukan
mengajak perang.

catatlah angka ini: 02012011, katamu. dan dua pekan
berikut kau telah menunggu di sebuah ruang
yang hanya berlampu remang duduk di meja
atau persis di kepalamu. lelampu itu ikut mencatat
setiap gerak kita agar menjadi kekal.

kalau aku ingin melupakan suatu hari supaya
aku makin tak mengingatmu, kau akan memberi tahu
angka lain di bulan januari juga: saat gerimis luruh
dan kau menunggu sendiri di suatu tempat
dari sebuah perjalanan jauh

beberapa jam kita bertarung
"di sini kita terkurung!"
20/02/2011
Puisi: Dari Sebuah Kalender
Puisi: Dari Sebuah Kalender
Karya: Isbedy Stiawan ZS

Baca Juga: Puisi Persahabatan
Loading...

Post A Comment:

0 comments: