Puisi: Aku Baca Lembaran-Lembaran Koran (Karya Isbedy Stiawan ZS) Aku Baca Lembaran-Lembaran Koran (Satu Amsal) aku baca lembaran-lembaran koran. dan pada setiap kolom kusimak dunia yang terluka oleh …
Puisi: Sungai (Karya Isbedy Stiawan ZS) Sungai sungai ini juga yang mengantarku ke rahim ibu. Sungai Tulangbawang, 2010 Analisis Puisi : Puisi "Sungai" karya …
Puisi: Menabung Rindu (Karya Isbedy Stiawan ZS) Menabung Rindu Betapa jarak terasa jauh meski percakapan disatukan karena itu langkah selalu menulis kalimat rapuh ...membuat jarak m…
Puisi: Kasih Aku Sewaktu Saja Menikmati Matahari atau Hujan dari Tubuhmu (Karya Isbedy Stiawan ZS) Kasih Aku Sewaktu Saja Menikmati Matahari atau Hujan Dari Tubuhmu sebagai rumput yang mencintai matahari dan hujan, aku selalu berharap d…
Puisi: Hujan Pertama (Karya Isbedy Stiawan ZS) Hujan Pertama hujan yang pertama luruh setelah berbulan-bulan kemarau - panjang – tak juga membuat kota ini basah seperti bibirmu ber…
Puisi: Kenangan pada Juni (Karya Isbedy Stiawan ZS) Kenangan pada Juni sebuah hari pertengahan tahun pada kalender merekah kulingkarkan satu angka yang mengingatkan darah tumpah jad…
Puisi: Doa di Akhir Ramadhan (Karya Isbedy Stiawan ZS) Doa di Akhir Ramadhan jika puasaku kulalui penuh sebulan hari-hariku selalu kulabuhkan untuk mengingat-Nya dan malam-malamku tak alpa…
Puisi: Perahu Meninggalkan Pantai (Karya Isbedy Stiawan ZS) Perahu Meninggalkan Pantai /1/ kembali meninggalkan pantai , selagi angin diam dan malam curam. arahkan kemudi, pancangkan layar. ombak ber…
Puisi: Ingin Kusuarakan (Karya Isbedy Stiawan ZS) Ingin Kusuarakan Ingin kusuarakan apa saja di sini, tapi angin punya telinga dan kata-kata. bahkan lampu-lampu taman ini akan merekam dan me…
Puisi: Kota Cahaya (Karya Isbedy Stiawan ZS) Kota Cahaya (tanjungkarang-telukbetung) (satu) sebuah kota cahaya lahir di wajahmu aku pun singgah. jika diperkenankan aku hendak mendirikan rumah …
Puisi: Perjalanan Pelaut (Karya Isbedy Stiawan ZS) Perjalanan Pelaut karena laut mengajarkan rahasia badai aku pun setia berlayar. dari pulau asing ke pulau asing aku tebarkan benih pelaut …
Puisi: Membaca Bahasa Sunyi (Karya Isbedy Stiawan ZS) Membaca Bahasa Sunyi Seperti kayu aku ikhlas dibakar dari waktu ke waktu. tubuhku hitam menjadi arang. Lebur dalam bara dan abu di dasar …