Puisi: Malam-Malam Mengaji (Karya Isbedy Stiawan ZS) Malam-Malam Mengaji hayat ngembara padang kelam lentera di tangan mercukan jalan setapak kaki-kaki basah oleh keringat persis ketika harap…
Puisi: Kau Kekasihku (Karya Isbedy Stiawan ZS) Kau Kekasihku akulah pejalan malam. tak berumah di tanah tak rehat di langit. di laut dan darat aku memburu. menangkapmu hingga tak…
Puisi: Mencintai Malam (Karya Isbedy Stiawan ZS) Mencintai Malam ada yang tak terucap: pesona lalu kuburu setiap pasir-pasir yang bergerak oleh ombak merekam tiap denyut ada ge…
Puisi: Kuhapus Segala Mimpi tentang Hujan (Karya Isbedy Stiawan ZS) Kuhapus Segala Mimpi tentang Hujan telah kuhapus segala mimpi tentang hujan yang telah membuat kita terkurung dalam sebuah ruang. bagaika…
Puisi: Pagi Hujan dan Secawan Kopi (Karya Isbedy Stiawan ZS) Pagi Hujan dan Secawan Kopi pagi hujan saat kukunjungi kamarmu, suatu minggu di bulan januari tahun silam lalu secawan kopi kauseduh …
Puisi: Lelaki dalam Musim Hujan (Karya Isbedy Stiawan ZS) Lelaki dalam Musim Hujan seribu pisau tak juga mampu menghentikan hujan memulangkan mendung ke dalam senandung maka kuiramakan ke dal…
Puisi: Ini Kopi Seduhlah (Karya Isbedy Stiawan ZS) Ini Kopi Seduhlah Sekiranya kau sendu ini kopi seduhlah sambil memandangi sisa embun luruh dari daun di taman kenanglah perjumpaan …
Puisi: Aku Merantau (Karya Isbedy Stiawan ZS) Aku Merantau aku merantau, dari rumah ke masjid dari kenyang ke lapar-dahaga aku kunci mulutku agar tak terucap caci dan fitnah dari …
Puisi: Menunggu (Karya Isbedy Stiawan ZS) Menunggu aku akan menunggumu selesai menulis nama, mencatat kelahiran di lontar atau halaman hari-hari ingin kuhirup segala keriangan! …
Puisi: Tanjungpinang (Karya Isbedy Stiawan ZS) Tanjungpinang (1) jangan beri sekepal pasir jika tak harap pulau ini lenyap meski melayu tak kikir namun apa kumau hilang pijak? inilah…
Puisi: Kau (Karya Isbedy Stiawan ZS) Kau kulupakan wajahmu tapi semakin mengganggu ingatanku. 25/05/2010 Analisis Puisi : Puisi "Kau" karya Isbedy Stiawan Z…
Puisi: Aku Mulai Ragu (Karya Isbedy Stiawan ZS) Aku Mulai Ragu setelah siang hampir lagi berganti aku belum juga menerima kirimanmu aku mulai dikepung ragu: kau lupa atau sebab angin me…
Puisi: Katak (Karya Isbedy Stiawan ZS) Katak kulihat kau seperti kanak-kanak bergegas bagai katak ke rawa-rawa lampu. 23/05/2010 Analisis Puisi: Puisi "Katak&qu…
Puisi: Ajari Aku Laut, Cara Merindukan Pantai (Karya Isbedy Stiawan ZS) Ajari Aku Laut, Cara Merindukan Pantai Ajari aku laut, cara merindukan pantai dan bukan menghantam daratan. sudah lama aku lupa pada …
Puisi: Keburu Petang Menghambur (Karya Isbedy Stiawan ZS) Keburu Petang Menghambur ketika aku sudah menjumpaimu dan sebentar bercakap-cakap sekadar melepas huruf-huruf untuk merangkai perasaan ini…
Puisi: Gerimis Jatuh di Kota yang Rapuh (Karya Isbedy Stiawan ZS) Gerimis Jatuh di Kota yang Rapuh Senja kering. Lampu saat padam. Kulihat parasmu menunduk, membuang senyum! Ah! Ini kali baru dimulai …
Puisi: Laut Akhir (Karya Isbedy Stiawan ZS) Laut Akhir sebagaimana laut punya akhir: pantai atau muara dan pada selangkangan bakau, segala pusat risau resah dan gelisah disematkan …