Puisi Isbedy Stiawan ZS

Puisi: Seperti Hujan di Langit Petang (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Seperti Hujan di Langit Petang apakah ada kabar lain selain rindumu menggantung di langit petang dan aku berulang menggalah agar runtuh …

Puisi: Gerimis di Hari Jumat (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Gerimis di Hari Jumat yang, gerimis kembali mendatangimu tapi jemariku akan menjentik butiran yang singgah di rambutmu agar mekar bunga-bu…

Puisi: Mata Pelangi (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Mata Pelangi kaubiarkan sebelah matamu meninggalkan rumah-nya mengembara ke dalam kelamin semesta seperti hujan naiki pelangi …

Puisi: Awan Tak Hanya Mengabarkan (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Awan Tak Hanya Mengabarkan selalu saja aku menyebutmu mawar. kau datang entah dari pulau mana. awan tak hanya mengabarkan, hujan juga…

Puisi: Jadi Cicak (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Jadi Cicak dalam ruangan ini aku jadi cicak dan seekor nyamuk mengacungkan belati. 2009-2010 Analisis Puisi : Puisi "Jadi…

Puisi: Kita Harus Berpisah (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Kita Harus Berpisah burung-burung terbang entah ke mana sarang pada akhirnya kita berpisah - aku termangu - sedang kau turuni lereng i…

Puisi: Tak Ada Kabar Pagi Ini (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Tak Ada Kabar Pagi Ini tak ada kabar pagi ini selain cerita kematian kemarin dan kemarin lagi enam burung lepas terbang menuju langit, dan kelak akan…

Puisi: Mati di Laut Mana (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Mati di Laut Mana di kamar gelap ini kau menjelma jadi boneka rebah di sudut ranjang menatap langit-langit hitam napasmu jadi lautan m…

Puisi: Kutitip Sebait Puisi, Juga Doa (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Kutitip Sebait Puisi, Juga Doa Karena pintu rumahmu terkunci apakah aku harus pergi? tak menitipkan kata, sebait puisi, juga doa: sejahter…

Puisi: Pantai Kuta (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Pantai Kuta mungkin kau akan tenggelam dan hanyut ombak yang deras ini akan memagut menghitung hari-hari dengan jemari legam sebe…

Puisi: Malam-Malam Mengaji (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Malam-Malam Mengaji hayat ngembara padang kelam lentera di tangan mercukan jalan setapak kaki-kaki basah oleh keringat persis ketika harap…

Puisi: Kau Kekasihku (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Kau Kekasihku akulah pejalan malam. tak berumah di tanah tak rehat di langit. di laut dan darat aku memburu. menangkapmu hingga tak…

Puisi: Mencintai Malam (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Mencintai Malam ada yang tak terucap: pesona lalu kuburu setiap pasir-pasir yang bergerak oleh ombak merekam tiap denyut ada ge…

Puisi: Kuhapus Segala Mimpi tentang Hujan (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Kuhapus Segala Mimpi tentang Hujan telah kuhapus segala mimpi tentang hujan yang telah membuat kita terkurung dalam sebuah ruang. bagaika…

Puisi: Pagi Hujan dan Secawan Kopi (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Pagi Hujan dan Secawan Kopi pagi hujan saat kukunjungi kamarmu, suatu minggu di bulan januari tahun silam lalu secawan kopi kauseduh …

Puisi: Lelaki dalam Musim Hujan (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Lelaki dalam Musim Hujan seribu pisau tak juga mampu menghentikan hujan memulangkan mendung ke dalam senandung maka kuiramakan ke dal…

Puisi: Ini Kopi Seduhlah (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Ini Kopi Seduhlah Sekiranya kau sendu ini kopi seduhlah sambil memandangi sisa embun luruh dari daun di taman kenanglah perjumpaan …
© Sepenuhnya. All rights reserved.