Solilokui

kita pernah bertemu dan bercakap
di suatu jalan tak kuingat namanya
tapi saat itu jelang petang
dan senyummu bagaikan kembang
yang bermekaran

"aku tak bisa lama, sebab
jalan masih panjang. aku harus
mengukurnya ke dalam waktu," katamu
sambil melihat arloji di tanganmu

tapi di jalan yang tak kuingat namanya
kini begitu sepi: hanya tiang rambu
terasa hangat karena sengatan matahari:
"jangan berhenti di sini!"

kalau aku berdiri di tepi jalan itu
menunggu kedatanganmu kembali
apakah aku masuk bui?

10/06/11: Jam 17.56
Puisi: Solilokui
Puisi: Solilokui
Karya: Isbedy Stiawan ZS

Baca Juga: Kumpulan Fakta-fakta yang Menarik
Loading...

Post A Comment:

0 comments: