Gua

aku memandang ke dalam jurang
menatap kedalaman matamu
yang kulihat adalah
musim dingin tak terperikan

aku menyalakan diriku
sebagai api unggun
namun malam menggigil
musim jadi pucat pasi

daun-daun layu
seperti sabda tanpa tuah
jiwaku mengabu
dalam unggunan

aku kembali ke dalam gua
pengasingan tak peduli perangai cuaca
lumut dan tetes air
memberiku kehangatan
melebihi cahaya matamu.

2016
Puisi: Gua
Puisi: Gua
Karya: Wayan Jengki Sunarta

Baca Juga: Puisi tentang Nestapa
Loading...

Post A Comment:

0 comments: