Igau

senja di gang-gang kota
paripurna tanpa senyummu
kau berlalu seperti masa lalu
sebilah rahasia menggigil
dalam dingin udara juli

sarang telah lama usang
hanya kenangan membayang
di urat leherku
tak lekang dari parasmu

mimpi jadi serpih gerabah
aku menjaga senja
dalam bening botol arak

ini pertaruhan terakhir
serpih sumpah serapah
dan keping-keping puisi
menebar teluh dan kutukan

wajah-wajah dingin melintas
menyempurnakan waktu kematian
tak ada yang pasti
dan aku terjebak tanpa sisa

Puisi: Igau
Puisi: Igau
Karya: Wayan Jengki Sunarta

Baca Juga: Puisi tentang Pelukis
Loading...

Post A Comment:

0 comments: