Malam Purnama

dari dahan kamboja
kau julurkan tangan
ingin raih bulan

bunga seroja di telaga
melempar lengking tangis bayi ke udara
malam mengambang pada mata perempuan
aku terkenang mata seekor kucing hitam
seorang pemabuk membual di tepi telaga
mengutuki bulan. merayu malam
dan akhirnya memaki diri sendiri
tapi kita juga pemabuk
sebuah sandiwara selesai menjelang senja
aku terkenang kekasih
yang menguap jadi udara

tapi kita juga pemabuk
menenggak apa saja
memuntahkan apa saja
mulut malam yang manis
melempar kata kata umpatan
bulan resah. perempuan melenguh
udara pucat
gemetar mendengar igaumu

sungai mengalir tenang di kaki seorang ibu
aku ingat perjalanan dari kota ke kota
di kotamu aku pernah bahagia
di bawah siraman cahaya neon kita makin fana

pemakaman ditutup dengan khotbah
dan sedikit aroma arak
aku terperangkap dalam doa doa
yang meluruhkan seluruh rusuk

kau mau raih bulan itu?
lenguh perempuan di belukar mengusikku
pohon kamboja yang bercahaya keperakan
menawarimu bunga
sebagai bekal perjalanan
dari kota ke kota
dari kelahiran ke kelahiran

1998
Puisi: Malam Purnama
Puisi: Malam Purnama
Karya: Wayan Jengki Sunarta

Baca Juga: Puisi tentang Pengangguran
Loading...

Post A Comment:

0 comments: