Puisi: Hujan Saat Kematian Menjemput (Karya Tjahjono Widarmanto) Hujan Saat Kematian Menjemput tuliskan puisi terakhirmu . Aku paham ia akan menutup mataku dengan secarik kain warna kuning lalu angin jad…
Puisi: Bau Kemboja Tercium di Lembar-Lembar Usia (Karya Tjahjono Widarmanto) Bau Kemboja Tercium Di Lembar-Lembar Usia butir-butir rindu tercecer di rinai gerimis Engkau yang pancangkan kangen itu seperti memahatkan s…
Puisi: Aku Tak Ingin (Karya Tjahjono Widarmanto) Aku Tak Ingin aku tak ingin jadi mawar tak ingin jadi melati apalagi jadi anggrek biarkan aku jadi kamboja menjadi pengingat lia…
Puisi: Ubud (Karya Fitri Yani) Ubud aku tak bisa menafsir cuaca di kota ini apalagi mengekalkannya di gelas minuman yang kau sajikan sementara para pendatang bagaikan …
Puisi: Ada Kalanya (Karya Hendro Siswanggono) Ada Kalanya Ada kalanya mempersiapkan pesta dengan pedang di pinggang, diam-diam menggenggam seikat bunga dari cawan air mata, irama derap kuda ma da…
Puisi: Sentuhan (Karya Mahatmanto) Sentuhan Aku berjalan meraba-raba menyusuri tembok-tembok pagar-pagar jalanan Bukan karena aku buta bukan karena malam gulita di …
Puisi: Nyanyian Kematian (Karya Syamsu Indra Usman) Nyanyian Kematian Nyanyian kematian kudengar merdu Pohon-pohon kamboja melambaikan tangan Sementara makam-makam diam dan membisu Menunggu…
Puisi: Malam Purnama (Karya Wayan Jengki Sunarta) Malam Purnama dari dahan kamboja kau julurkan tangan ingin raih bulan bunga seroja di telaga melempar lengking tangis bayi ke…