Puisi: Muara Waktu Karya: Wayan Jengki Sunarta
Muara Waktu

dari darah dan air mata,
aku susuri jalan yang kau buka
dengan perih. di lengan malam
kau panjatkan diam
aku tengadah kaku:
bintang meluncur menuju
muara waktu. dari mana aku
mau ke mana aku

kau menyembul dari rekah tanah
menjelma kematian dalam kematian
dan tangis bayi di mulut malam yang lapar
melebur haruku pada arus terakhir nafasmu

siapa akan meruwat
jagat yang sekarat?

biarkan aku mengigau
sampai jauh memburu jejak kasihmu
hingga batas penghabisan hayatku
biarlah bintang yang jadi isyarat perjalananmu
lebur dalam kering nadiku

dari darah dan air mata
aku berkayuh menuju muara waktu.

1995
Puisi: Muara Waktu
Puisi: Muara Waktu
Karya: Wayan Jengki Sunarta

Baca Juga: Puisi tentang Pertempuran
Loading...

Post A Comment:

0 comments: