Teluk Benoa
kepada investor serakah

jika suatu saat aku mati
aku tak perlu kuburan
bakar mayatku dan tebar abuku
di laut tempat aku bisa bercanda
dengan ikan-ikan cahaya,
kepiting, ganggang, ubur-ubur,
dan segala penghuni niskala

namun, jika kau paksa mengubur laut
daerah istirahku nanti
jika kau paksa bikin pulau buatan
bersiaplah aku akan terus gentayangan
di saku kemejamu, di meja kasinomu,
di apartemen, di hotel, di restaurant,
di kolam renang, di villa,
di segala tetek bengek yang kau puja

puahhh…aku akan terus meniupkan mantra
dari jiwa-jiwa nelayan dan pelaut teraniaya
dari jiwa-jiwa kaum jelata yang kau tipu
dari jiwa-jiwa pasrah ibu bumi
aku akan menghisap ubun-ubunmu
dari semestaku

maka, dengan mudah pula bagiku
menenggelamkan daratan buatanmu
sekali hisap hancur pesta poramu
musnah serakahmu

hutan-hutan bakau
berkerumun dalam jiwaku
dan kau hanya sepercik debu
yang sekejap sirna
disapu waktu.
2015
Puisi: Teluk Benoa
Puisi: Teluk Benoa
Karya: Wayan Jengki Sunarta

Baca Juga: Puisi tentang Palembang
Loading...

Post A Comment:

0 comments: