Cahaya + Kemarau + Kabut

Ia menyimpan kemaraunya sendiri sebagai kerontang rahasia
Disenyuminya saja peziarah yang ingin mengenal surga dari matanya

Padahal hanya kabut dan cahaya melindap di sela-sela
Seperti angannya sendiri menjelang tidur menciptakan puisi luka + tawa

Di mana kebenaran, igaunya pada kata
Lalu jemari menari lalu huruf menari menikam katanya sendiri: dusta

Siapa berlari dari pasti, tuan, kata seseorang menyapa
Seperti tak ditahu kemarau meranggaskan dada

Karena ia tahu, rahasia adalah rahasia adalah rahasia
Tapi ia pun merasa, kata, membocorkannya, seperti cahaya menyelinap di sela-sela

Kabut di matanya

Puisi Cahaya + Kemarau + Kabut
Puisi: Cahaya + Kemarau + Kabut
Karya: Nanang Suryadi

Baca Juga: Puisi Anak Negeri
Loading...

Post A Comment:

0 comments: