Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.

Puisi: Nyanyian Anak-anak Bermain (Karya Dorothea Rosa Herliany)

|
Nyanyian Anak-anak Bermain

Dari sumur yang sama kutimba darah dan
keringat semua orang. kusaring kebekuan, lalu
kutiup: menjadi bulan.

Cahaya menyelinap antara rindang peradaban.
masihkah kau butuh bayang-bayang?

Kuikat purnama dengan lidahku, setelah letih
memeras darah dan keringat sendiri. kukembalikan
bagi langit suwung.

Tiba-tiba mendung. bulan kehilangan bayang.
kupanggil anak-anak. biar menadah airmata
sendiri.

1992
"Puisi: Nyanyian Anak-anak Bermain (Karya Dorothea Rosa Herliany)"
Puisi: Nyanyian Anak-anak Bermain
Karya: Dorothea Rosa Herliany

Bacaan Menarik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.