Puisi: Para Kekasih (Karya Acep Zamzam Noor) Para Kekasih Attar telah bernyanyi tentang burung Yang terbang dari dahan-dahan jiwa Sana’i telah menanam dan memetik mawar abadi Telah ba…
Puisi: Hari Keempat Februari (Karya Ulfatin Ch.) Hari Keempat Februari Hari ini tak ada lagi sajak juga rindu yang memisah jarak mengusung sunyi dalam sejarah lalu perkabungan demi perkabungan Setel…
Puisi: Dermaga (Karya Tri Astoto Kodarie) Dermaga sudah kuhitung dengan jari-jari gemetaran perahu-perahu yang bersandar atau buih-buih ombak yang lamban berpacu padahal pohon-pohon nyiur pun…
Puisi: Wartawan (Karya Hijaz Yamani) Wartawan (cendera mata bagi HUT PWI ke-46 dan HPN ke-8) Kata orang wartawan adalah pencari obyek tapi tentu saja bukan tukang obyek apalagi tukang oj…
Puisi: Senza Titolo (Karya Acep Zamzam Noor) Senza Titolo (1) Seperti daun-daun yang luruh, ranting-ranting Yang lepas oleh angin. Demikianlah kutempatkan diriku Asing dan sunyi di antar…
Puisi: Corto Viaggio Sentimentale (Karya Acep Zamzam Noor) Corto Viaggio Sentimentale (1) Kita minum dari gelas yang sama Dan tertawa bersama-sama. Lantai dingin Tumpukan daun-daun kuning Dunia mengelam. Di a…
Puisi: Poesie Progressie (Karya Arahmaiani) Poesie Progressie Di dunia edan Pemikiran rasio diberhalakan Teknologi diimani Progresi kata kunci Puisi mati Penyair Sakit jiwa Se…
Puisi: Lanskap Pantai (Karya Dorothea Rosa Herliany) Lanskap Pantai di seberang ombak dalam batinmu : langit-langit dan camar bersatu. nelayan-nelayan di atas sampan dan ikan-ikan di matanya. pada panta…
Puisi: Romansa (Karya Rita Oetoro) Romansa yang tersurat dan yang tersirat — kadangkala membuat kita tertawa dan menangis pada saat yang sama, bukan? biar, biarkan mereka mengatakan ki…
Puisi: Elegi (Karya Rita Oetoro) Elegi ternyata belum sepenuhnya — daku pasrah sumarah: masih juga kebimbangan menjadi pedang bermata dua, terhunus tajam di tubir jurang! 1992 S umbe…
Puisi: Melawan dengan Gaya Orang Miskin Seadanya (Karya Taufiq Ismail) Melawan dengan Gaya Orang Miskin Seadanya Vietnam dihujani bom bertahun-tahun. Bermacam merek senjata berat …
Puisi: Elegi Kota (Karya Hijaz Yamani) Elegi Kota Kotaku yang tak pernah lagi tidur malam-malam selalu menerima nasib orang-orang di sepanjang jalan dalam alur yang deras Orang-orang pun m…
Puisi: Sajak Cinta Ditulis pada Usia 57 (Karya W.S. Rendra) Sajak Cinta Ditulis pada Usia 57 Setiap ruang yang tertutup akan retak, karena mengandung waktu yang selalu mengimbangi. Dan akhirnya ak…