1992

Puisi: Sembahyang Rumputan (Karya Ahmadun Yosi Herfanda)

Sembahyang Rumputan Walau kaubungkam suara azan walau kaugusur rumah-rumah Tuhan aku rumputan takkan berhen…

Puisi: Rindu (Karya Medy Loekito)

Rindu Apalah arti sebuah mimpi ketika lelap terserak pada malam-malam tanpa suara kucari hadirmu lepas fajar hingga petang tersendat terge…

Puisi: Misa Sepanjang Hari (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Misa Sepanjang Hari Setelah letih merentang perjalanan, kita sampai di perempatan sejarah. menghitung masa si…

Puisi: Di Seberang Halaman (Karya Upita Agustine)

Di Seberang Halaman Dari halaman ini Kubaca Kebencian dan dendam Yang meluluh lantak panggung sejarah Langit dan tanah merah …

Puisi: Setelah Salju (Karya Acep Zamzam Noor)

Setelah Salju Buat Tomoko Tominaga Setelah salju, langit seperti berlepasan Di antara gumpalan awan yang mengambang Serta matahari musim dingin yang …

Puisi: Sajak buat Mama (Karya Yvonne de Fretes)

Sajak buat Mama (Almarhumah) kasih yang terpajang pada sorot matamu bersinar bagaikan Matahari mengalun bagi Puisi tapi, bara…

Puisi: Mikrofon (Karya Taufiq Ismail)

Mikrofon Aku lihat diriku berubah di depan mikrofon. Kukira aku bisa jadi merak yang sanggup mengibarkan empat warna bulu kir…

Puisi: Gemuruh Laut Malam Hari (Karya Goenawan Mohamad)

Gemuruh Laut Malam Hari Gemuruh laut malam hari adalah gemuruh cemara. Di siang, di padang-padang bertahan sepi antara daun dan cabang..…

Puisi: Para Pengembara (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Para Pengembara Kutempuh perjalanan dalam lagu-lagu dan notasi-notasi bungkam: dalam kegagapan. setelah lel…

Puisi: Satu Mimpi Satu Barisan (Karya Wiji Thukul)

Satu Mimpi Satu Barisan di lembang ada kawan sofyan jualan bakso kini karena dipecat perusahaan karena mogok karena ingin perbaikan karena upah ya ka…

Puisi: Tiga Keinginan (Karya Taufiq Ismail)

Tiga Keinginan Seperti peneliti di depan sebuah pustaka aku berdiri Lalu berteriak sendiri "Beri aku segenggam huruf Karena aku ingin…

Puisi: Elegi (Karya Rita Oetoro)

Elegi ternyata belum sepenuhnya — daku pasrah sumarah: masih juga kebimbangan menjadi pedang bermata dua, terhunus tajam di tubir jurang! 1992 S umbe…

Puisi: Tatkala Cinta Tak Berarti Memiliki (Karya Medy Loekito)

Tatkala Cinta Tak Berarti Memiliki Di bawah bayang-bayang garis cahaya bulan kupintal hasrat-hasrat tanpa harap menyanyi lagu-lagu sumbang s…

Puisi: Aku Menuntut Perubahan (Karya Wiji Thukul)

Aku Menuntut Perubahan Seratus lobang kakus lebih berarti bagiku ketimbang mulut besarmu Tak penting siapa yang menang nanti sudah bosen kami dengan …
© Sepenuhnya. All rights reserved.