1992

Puisi: Kasih Ilahi (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Kasih Ilahi sepi merambah malam bulan mengelupas samaran kalam bunga-bunga gugur serangga mengidungkan kematian alam dan kelelawar …

Puisi: Di Seberang Tanah Mengandung (Karya Upita Agustine)

Di Seberang Tanah Mengandung (kepada DYP Raja Malewar) Serasa terjadi lusa Takkan mungkin lupa Payung kuning dikembangkan di udara…

Puisi: Syair Mawar (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Syair Mawar menembang bayang bayang senja telanjang di pembaringan ilalang menguak dinding masa silam seakan melahirkan beribu lakon …

Puisi: Ulat Bosnia (Karya Rahman Arge)

Ulat Bosnia Seorang gadis kecil muncul di antara mayat kembang anyelir liar diulurkannya kepada seorang tentara PBB Ketika mata mereka bertemu angin …

Puisi: Katakanlah (Karya Upita Agustine)

Katakanlah (1) Katakanlah Rumah itu kembali berdiri Atas kedermawanan dan kemuliaan hati Yang kita bincang tentang Kebanggaan sejarah dan …

Puisi: Dolce far Niente (Karya Rita Oetoro)

Dolce far Niente sejauh mata memandang, terhampar kehijauan tak bertepi — hijau kebun-kebun sayuran — diterpa deru angin dingin dan halimun pegununga…

Puisi: Kakek Omerovoc (Karya Rahman Arge)

Kakek Omerovoc Di bawah langit bertabur pijar api Pak tua Omerovoc dari Donya Roiska membasuh letih batinnya di sungai Drina Menggigil lengan-lengann…

Puisi: Homili (Karya Rita Oetoro)

Homili duka itu universal, cintaku — seperti tanah tandus — yang tak bermusim, terhampar gersang dalam lubuk hatimu — mendambakan titik-titik hujan s…

Puisi: Surat Khatulistiwa (Karya Rita Oetoro)

Surat Khatulistiwa ramanda tercinta — tidak lagi hati ini sarat angkara, sebab I've learned my lesson — dan kemilau takwa benderang menerangi sel…

Puisi: Nyanyian Malam (Karya Rita Oetoro)

Nyanyian Malam terbaring kita dalam kehampaan ruang dan waktu, nyalang memandang taburan cahaya gemintang tidak juga lelap mimpi menenggelamkan gelor…

Puisi: Ibadah Sepanjang Usia (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Ibadah Sepanjang Usia Kalimat-kalimat yang kau ucapkan berguguran dalam sahadatku. inilah kidung yang digumamkan! Berapa putaran dalam …

Puisi: Tanah tak Bermusim (Karya Ariffin Noor Hasby)

Tanah tak Bermusim Di tanah tak bermusim itu pabrik-pabrik mengucapkan gelisah hutan yang bertahun menyesatkan muara sungai sampai kudapat kabar tent…

Puisi: Sihir Perjalanan (Karya Ariffin Noor Hasby)

Sihir Perjalanan di perjalanan musim yang panjang kota-kota telah mabuk suara dimuntahkannya impian-impianmu yang kabur pada tanah leluhur yang tak l…
© Sepenuhnya. All rights reserved.