Tidak setengah-setengah.

Puisi: Satu Kata Lawan (Karya Wiji Thukul)

|
Satu Kata Lawan


Jika rakyat pergi
ketika penguasa pidato
kita harus hati-hati
barangkali mereka putus asa

Kalau rakyat sembunyi
dan berbisik-bisik
ketika membicarakan masalahnya sendiri
penguasa harus waspada dan belajar mendengar

Bila rakyat tidak berani mengeluh
itu artinya sudah gawat
dan bila omongan penguasa
tidak boleh dibantah
kebenaran pasti terancam

Apabila usul ditolak tanpa ditimbang
suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
dituduh subversif dan mengganggu keamanan
maka hanya ada satu kata: lawan!

Solo, 1986


Puisi: Satu Kata Lawan
Puisi: Satu Kata Lawan
Karya: Wiji Thukul

Bacaan Menarik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar