Puisi: Menggoda Tujuh Kupu-kupu (Karya Afrizal Malna)

Menggoda Tujuh Kupu-kupu

Aku tidak berjalan dengan mata melek. Kau pergi dengan mata  tidur. Orang di sini membawa beban berat. Bukan soal melihat. Dalam beban itu isinya sampah. Bukan pergi dan tidak tidur. Kita  sibuk mencari tempat membuang sampah itu untuk mengisinya  kembali dengan sampah. Kau pergi dengan mata tidur.

Aku tidak  berjalan dengan mata melek dan tidak mengukur yang terlihat. Kau latihan yoga dan menjadi tujuh kupu-kupu. Aku melihat kau  terbang dan tidak bisa ikut masuk ke dalam kupu-kupumu. Keadaan seperti gas padat dalam lemari es. Tetapi tidak ada ledakan.

Aku tidak mendengar suara ledakan dalam puisi ini. Di sini hidup menjadi mudah, karena memang hidup sudah tidak ada. Menjadi  benar oleh kebohongan-kebohongannya. Menjadi indah oleh  kerusakan-kerusakannya.

Aku di dalam pelukanmu dan di luar terbangmu. Membayangkan tujuh kupu-kupu mulai menanamkan sayapnya dan menanamkan terbangnya. Mengganti bumi pertama dengan rute sungai Marne yang membelah mimpi-mimpimu.

Puisi: Menggoda Tujuh Kupu-kupu
Puisi: Menggoda Tujuh Kupu-kupu
Karya: Afrizal Malna

Baca juga: Judul Puisi karya Afrizal Malna

0 Response to "Puisi: Menggoda Tujuh Kupu-kupu (Karya Afrizal Malna)"

Posting Komentar