Puisi: Kutanya Cahaya, Air, dan Api

Kutanya Cahaya, Air, dan Api

Kutanya cahaya
Mengapa dunia nian gelap?
Dia menjawab:
Dunia tidaklah gelap
Yang gelap, hati manusia.

Kutanya air
Mengapa dunia kering?
Apa jawabnya?
Dunia tidaklah kering
Yang kering, jiwa manusia

Kutanya api
Mengapa dunia kian nian panas?
Dia menjawab:
Dunia tidaklah panas
Yang panas, nafsu manusia.

Jepara, 23 Februari 2005
Puisi Kutanya Cahaya, Air, dan Api
Puisi: Kutanya Cahaya, Air, dan Api
Karya: Lasinta Ari Nendra Wibawa

0 Response to "Puisi: Kutanya Cahaya, Air, dan Api"

Posting Komentar

close