2005

Puisi: Berpelukanlah Anak dan Ibu Itu (Karya F. Aziz Manna)

Berpelukanlah Anak dan Ibu Itu (1) ibu, kemarau telah datang, doakan aku tak lagi kedinginan bila pagi hari datang doakan pula a…

Puisi: Bermalam di Kotamu (Karya Anwar Putra Bayu)

Bermalam di Kotamu Bermalam di kotamu yang dingin dan berdenyut seperti seorang tentara mengarahkan bayonet ke wajahku. Penuh kecemasan. Aku datang d…

Puisi: Pulau Kemaro (Karya Anwar Putra Bayu)

Pulau Kemaro Perahu-perahu jukung menghilir. Sungai berarus lambat dari bawah pohon kita memandang Jangan ganggu tidur nyonya Fatimah meski kau terta…

Puisi: Hari Ke-9 (Karya Ahmad Faisal Imron)

Hari Ke-9 bukit kecil itu milik Adam sepenuhnya inilah situs terakhir yang mengingatkan kita selalu pada…

Puisi: Ibuku Bersayap Merah (Karya Azhari Aiyub)

Ibuku Bersayap Merah Ibu, Abah dan Dik Nong setelah bala aku pulang ingin melihat kalian dan kampung Kukira 26 Desember cuma mimpi buruk …

Puisi: Sajak untuk Pelukis Ombakku (Karya D. Kemalawati)

Sajak untuk Pelukis Ombakku (Untuk : Virse Venni) Apakah artinya sajakku ini ketika ombak yang kau lukiskan …

Puisi: Batu yang Bernyanyi (Karya Ahmad Nurullah)

Batu yang Bernyanyi (- mengenang Bunda Teresa) "Tuhan," katamu, "bersahabat dengan diam Bung…

Puisi: Permintaan Langit (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Permintaan Langit Maafkan aku... jika aku tak seindah dulu dan tak lagi berwarna biru karena semua juga ulahmu kau tebangi semua …

Puisi: Persaksian Langit (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Persaksian Langit Segala tipu muslihat Penyimpangan umat Telah kulihat Jeritan hambar Jeritan samar Telah kudengar Pahi…

Puisi: Kutanya Cahaya, Air, dan Api (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Kutanya Cahaya, Air, dan Api Kutanya cahaya Mengapa dunia nian gelap? Dia menjawab: Dunia tidaklah gelap Yang gelap, hati man…

Puisi: Gema Secuil Batu (Karya Iswadi Pratama)

Gema Secuil Batu (- SS) Ada yang terus menjauh kebun randu, rumpun perdu, dan angin abu-abu seperti tepuk…

Puisi: Penyair (Karya Iswadi Pratama)

Penyair Aku selalu tumbuh bagi teman-teman, untuk setiap orang menciptakan kubangan cahaya kata-kata …

Puisi: Orkestra (Karya Nersalya Renata)

Orkestra suara tamborin menembus jendela kendaraan meledak di perut anak-anak tanpa nama yang asyik menggerogoti monumen di tengah ko…
© Sepenuhnya. All rights reserved.