Puisi: Fragmen Pagi (Karya Husnul Khuluqi) Fragmen Pagi -kisah di pabrik "jangan bermimpi. tak ada surga di sini," seseorang dengan wajah garang menghardikku, di antara kantuk mata d…
Puisi: Mencari Harapan (Karya Hasbi Burman) Mencari Harapan Bagai buih laut terombang Mengaca pada wajah Ibu pertiwi yang kaya raya Tapi harapan selalu sia-sia Kemana sudah hasil ne…
Puisi: Pesan dari Ayah (Karya Joko Pinurbo) Pesan dari Ayah Datang menjelang petang, aku tercengang melihat Ayah sedang berduaan dengan telepon genggam …
Puisi: Nawang Wulan (Karya Cecep Syamsul Hari) Nawang Wulan Dua puluh tahun kemudian Nawang Wulan terlihat keluar dari keriuhan Carrefour, mendorong kereta belanjaan dan me…
Puisi: Tuhan Para Pelaut (Karya Ahmad Nurullah) Tuhan Para Pelaut Tuhanku adalah Tuhan para penjelajah: mereka yang menampik ketenangan sebagai hadiah - Tuhan badai, gelombang, angin puy…
Puisi: Joko Kepada Endang Lestari (Karya Andy Sri Wahyudi) Joko Kepada Endang Lestari Apa yang tengah kau risaukan adindaku? Berabad t'lah kupahat relief romantika pada tubuh perjalanan Dan ki…
Puisi: Kita Merindukan Anak-Anak Indonesia (Karya Taufiq Ismail) Kita Merindukan Anak-Anak Indonesia Kita merindukan anak-anak Indonesia Berwajah cerah gembira pergi ke sekolah Kita merindukan berjuta anak Indonesi…
Puisi: Negeri Impian (Karya Juniarso Ridwan) Negeri Impian di sini tak ada Godi atau Afrizal, hanya sorgum dan salju, dengan harapan berayun-ayun, seperti balon di udara pejal. para penyair …
Puisi: Pohon Cemara (Karya Joko Pinurbo) Pohon Cemara Di depan rumahmu ia betah berjaga mengawal sepi, dari jauh terlihat tenang dan tinggi. Jaman berubah cepat, andaika…
Puisi: Kidung Pengantin (Karya Suminto A. Sayuti) Kidung Pengantin - Sekar harap dan damba yang kita tuju ibarat terbukanya pintu yang selalu rapat tertutup kecuali kerna angin senja bersama gugur d…
Puisi: Sebelum Bom (Karya Goenawan Mohamad) Sebelum Bom Sebelum bom itu meledak Ia lihat pantai: laut (yang belum selesai menghapal ombak) melepaskan teja yang hampir padam. Hi…
Puisi: Aubade (Karya Goenawan Mohamad) Aubade Di halte pertama seorang masinis menyanyi karena tak terasa lagi dinihari. Pukul 5, orang-orang tetap tak melihatnya Tap…
Puisi: Doa Pagi (Karya Dami N. Toda) Doa Pagi tikamkan 70 kali 70 x 7 kali tikaman lagi tetes-tetes darah menarah peta nasibku di tanah baca jejak darah aku ke mana Sumber: Buru Abadi (…
Puisi: Menjelang Tahajud (Karya Raedu Basha) Menjelang Tahajud Malam ini tak ada yang sesetia lilin dan doa ibu di ujung sumbu. Di tepi sejadah lauta…