2005

Puisi: Kidung Pengantin (Karya Suminto A. Sayuti)

Kidung Pengantin - Sekar harap dan damba yang kita tuju ibarat terbukanya pintu yang selalu rapat tertutup kecuali kerna angin senja bersama gugur d…

Puisi: Sebelum Bom (Karya Goenawan Mohamad)

Sebelum Bom Sebelum bom itu meledak Ia lihat pantai: laut (yang belum selesai menghapal ombak) melepaskan teja yang hampir padam. Hi…

Puisi: Aubade (Karya Goenawan Mohamad)

Aubade Di halte pertama seorang masinis menyanyi karena tak terasa lagi dinihari. Pukul 5, orang-orang tetap tak melihatnya Tap…

Puisi: Doa Pagi (Karya Dami N. Toda)

Doa Pagi tikamkan 70 kali 70 x 7 kali tikaman lagi tetes-tetes darah menarah peta nasibku di tanah baca jejak darah aku ke mana Sumber:  Buru Abadi (…

Puisi: Menjelang Tahajud (Karya Raedu Basha)

Menjelang Tahajud Malam ini tak ada yang sesetia lilin dan doa ibu di ujung sumbu. Di tepi sejadah lauta…

Puisi: Lelaki di Jendela (Karya Iyut Fitra)

Lelaki di Jendela Ada lelaki setengah tua tertegun di jendela tatapannya lumpuh, angin menyapu gurat nan gelisah di setiap jengkal pandang ha…

Puisi: Teka-Teki Riau (Karya Raudal Tanjung Banua)

Teka-Teki Riau ( - sebuah variasi teka-teki rakyat ) Berpayung bukannya raja bersisik bukannya ikan dulu k…

Puisi: Lingsir (Karya Soni Farid Maulana)

Lingsir jejak atas pasir diusir deras arus air maut bergulir matahari pun lingsir dan kau berkata: apa yang tersisa di rongga dada selain kata, selai…

Puisi: Lingkaran (Karya Oka Rusmini)

Lingkaran Dulu, pada masa kanak-kanak, seorang perempuan melemparku ke laut. Membiarkan ikan pari mengasuhku. Sekarang kumuntahkan dagingku sendiri. …

Puisi: Cumi-Cumi (Karya Nirwan Dewanto)

Cumi-Cumi ( untuk Hiroshi Sekine ) Seperti saputangan ia yang terloyak di satu sudutnya ketika terantuk g…

Puisi: Daun Bianglala (Karya Nirwan Dewanto)

Daun Bianglala Terbaring di telapak tanganku selembar daun, daun biru teramat biru, sebab terlalu lama ia memandang angkasa -  ia ingin …

Puisi: Kain Sigli (Karya Nirwan Dewanto)

Kain Sigli Kain Sigli, kain jahitan bundaku - kukenakan jika aku pergi ke dunia. Kain dengan raut laut dan benua - milikmu jua jika kauing…

Puisi: Ular (Karya Nirwan Dewanto)

Ular Kubiarkan mereka minum dari lubukku agar mereka lebih remaja, pun lebih dahaga. Kuhadang keduanya di pintu gerbang setiap mereka hendak keluar s…

Puisi: Akuarium (Karya Nirwan Dewanto)

Akuarium Tepat tengah malam mataku yang bersisik mata yang aus oleh terang hari terdampar ke tepian kaca -     Sirip atau sayapkah itu  …
© Sepenuhnya. All rights reserved.