2005

Puisi: Fragmen Pagi (Karya Husnul Khuluqi)

Fragmen Pagi -kisah di pabrik "jangan bermimpi. tak ada surga di sini," seseorang dengan wajah garang menghardikku, di antara kantuk mata d…

Puisi: Mencari Harapan (Karya Hasbi Burman)

Mencari Harapan Bagai buih laut terombang Mengaca pada wajah Ibu pertiwi yang kaya raya Tapi harapan selalu sia-sia Kemana sudah hasil ne…

Puisi: Pesan dari Ayah (Karya Joko Pinurbo)

Pesan dari Ayah Datang menjelang petang, aku tercengang melihat Ayah sedang berduaan dengan telepon genggam …

Puisi: Nawang Wulan (Karya Cecep Syamsul Hari)

Nawang Wulan Dua puluh tahun kemudian Nawang Wulan terlihat keluar dari keriuhan Carrefour, mendorong kereta belanjaan dan me…

Puisi: Tuhan Para Pelaut (Karya Ahmad Nurullah)

Tuhan Para Pelaut Tuhanku adalah Tuhan para penjelajah: mereka yang menampik ketenangan sebagai hadiah - Tuhan badai, gelombang, angin puy…

Puisi: Joko Kepada Endang Lestari (Karya Andy Sri Wahyudi)

Joko Kepada Endang Lestari Apa yang tengah kau risaukan adindaku? Berabad t'lah kupahat relief romantika pada tubuh perjalanan Dan ki…

Puisi: Kita Merindukan Anak-Anak Indonesia (Karya Taufiq Ismail)

Kita Merindukan Anak-Anak Indonesia Kita merindukan anak-anak Indonesia Berwajah cerah gembira pergi ke sekolah Kita merindukan berjuta anak Indonesi…

Puisi: Negeri Impian (Karya Juniarso Ridwan)

Negeri Impian di sini tak ada Godi atau Afrizal, hanya sorgum dan salju, dengan harapan berayun-ayun,     seperti balon di udara pejal. para penyair …

Puisi: Pohon Cemara (Karya Joko Pinurbo)

Pohon Cemara Di depan rumahmu ia betah berjaga mengawal sepi, dari jauh terlihat tenang dan tinggi. Jaman berubah cepat, andaika…

Puisi: Kidung Pengantin (Karya Suminto A. Sayuti)

Kidung Pengantin - Sekar harap dan damba yang kita tuju ibarat terbukanya pintu yang selalu rapat tertutup kecuali kerna angin senja bersama gugur d…

Puisi: Sebelum Bom (Karya Goenawan Mohamad)

Sebelum Bom Sebelum bom itu meledak Ia lihat pantai: laut (yang belum selesai menghapal ombak) melepaskan teja yang hampir padam. Hi…

Puisi: Aubade (Karya Goenawan Mohamad)

Aubade Di halte pertama seorang masinis menyanyi karena tak terasa lagi dinihari. Pukul 5, orang-orang tetap tak melihatnya Tap…

Puisi: Doa Pagi (Karya Dami N. Toda)

Doa Pagi tikamkan 70 kali 70 x 7 kali tikaman lagi tetes-tetes darah menarah peta nasibku di tanah baca jejak darah aku ke mana Sumber:  Buru Abadi (…

Puisi: Menjelang Tahajud (Karya Raedu Basha)

Menjelang Tahajud Malam ini tak ada yang sesetia lilin dan doa ibu di ujung sumbu. Di tepi sejadah lauta…
© Sepenuhnya. All rights reserved.