Puisi: Sepucuk Angin Merah (Karya Kinanthi Anggraini)

Sepucuk Angin Merah

Darah terserap sejarah
menatap ruh yang mengawang-awang berkeramas
di telapak senja. Langit mengeropos dalam batin
meneriakkan himne bagi rasa maaf yang gemetar

Menyambut kunjungan kasur hitam
yang lama memeram rintik-rintik hujan dengan
rumput yang semakin meninggi. Menggetarkan mata
air yang sudi memapah getir.

Sementara malam terus menerus dikuliti oleh
kembang mungil yang terbawa oleh badai
sementara bunga-bunga tidur mengkristalkan api
di dagu perawan yang menjahit benih di kebun hati.

Tatkala malam merendah, dan matahari memerah.

Magetan, 11 Mei 2014
Puisi: Sepucuk Angin Merah
Puisi: Sepucuk Angin Merah
Karya: Kinanthi Anggraini

0 Response to "Puisi: Sepucuk Angin Merah (Karya Kinanthi Anggraini)"

Posting Komentar