Puisi Kinanthi Anggraini

Puisi: Jarum Jam (Karya Kinanthi Anggraini)

Jarum Jam Di ujungnya ada; festival cahaya, parade bunga kurban air dan emas lunak yang disurut oleh semut  d…

Puisi: Cerita Batu (Karya Kinanthi Anggraini)

Cerita Batu Dipahat dari ujung ke ujung bahan dasar dari sebuah patung kerap dilirik dan membuat untung …

Puisi: Musim Pelangi Hitam (Karya Kinanthi Anggraini)

Musim Pelangi Hitam Desiran udara dalam nafas senantiasa tercipta dalam palung senja seluas segara. Yang tak …

Puisi: Bunga-Bunga Bunuh Diri di Babylonia (Karya Kinanthi Anggraini)

Bunga-Bunga Bunuh Diri di Babylonia Lingkar cahaya yang dibasuh sungai euphrates berpendar derita di atas sem…

Puisi: Peci Putih yang Merindukan Sujudmu (Karya Kinanthi Anggraini)

Peci Putih yang Merindukan Sujudmu ( :  Kepada Almarhum bapakku tercinta) Sehelai benang emas melingkar di pung…

Puisi: Keukenhof (Karya Kinanthi Anggraini)

Keukenhof Napasku terbeli oleh Amsterdam di bulan Mei beraroma lembut, semanis vanila dan sarah lovely bersama cokelat panas, jaket beludru …

Puisi: Lesung (Karya Kinanthi Anggraini)

Lesung (:  Farah Maulida ) Menyemai waktu kala itu kau masih menimang dedak dan lagu berjaga antara pagi d…

Puisi: Penyair Kami, Mati (Karya Kinanthi Anggraini)

Penyair Kami, Mati Identitas yang dikaburkan para penyair yang dihancurkan lekang dimakan gertakan tidak …

Puisi: Susu (Karya Kinanthi Anggraini)

Susu Dari dua buah dada telanjang disambut kepala mungil telentang menghisap puting yang tak pernah tidur dari kau terjaga hingga menden…

Puisi: Bunga Es (Karya Kinanthi Anggraini)

Bunga Es Melihat Malaikat Jibril memunguti bulu embun yang menempel di setiap kaca di sekitar wawang tidur serupa mendung yang surut bersa…
© Sepenuhnya. All rights reserved.