Puisi: Dari Nami Island ke Everland (Karya Kinanthi Anggraini) Dari Nami Island ke Everland ( : Lasinta Ari Nendra Wibawa ) Sindorim Station menyapaku, Annyonghaseyo ber…
Puisi: Susu (Karya Kinanthi Anggraini) Susu Dari dua buah dada telanjang disambut kepala mungil telentang menghisap puting yang tak pernah tidur dari kau terjaga hingga menden…
Puisi: Periuk Cimanuk (Karya Kinanthi Anggraini) Periuk Cimanuk Di sinilah percik panca tirta bermuara. dari Cirebon , Indramayu dan Majalengka . tempat di mana bunga padi menemui rumput be…
Puisi: Sepucuk Angin Merah (Karya Kinanthi Anggraini) Sepucuk Angin Merah Darah terserap sejarah menatap ruh yang mengawang-awang berkeramas di telapak senja. Langit mengeropos dalam…
Puisi: Gurita (Karya Kinanthi Anggraini) Gurita Yang melingkar pada kedua sisi perut mungil yang berisi pagi tali sejumlah sepuluh kaki berikat erat di kanan dan kiri di sanalah…
Puisi: Kerinduan (Karya Kinanthi Anggraini) Kerinduan Sesak di dalam ulu hati berdegup kencang di rima diri setelah memegang wajahmu yang abstrak sketsa lekuk wajahmu masih terisak …
Puisi: Lembar Usang Nota Wanita (Karya Kinanthi Anggraini) Lembar Usang Nota Wanita Seketika detik terhenti di sebuah angkot kota memuntahkan satu pasang kepala manusia…
Puisi: Bunga Azerbaijan (Karya Kinanthi Anggraini) Bunga Azerbaijan Kau memakai mukena kuning lima renda membuka cadar pada waktu sebanyak lima menutup mahkota yang jarang terlihat mata men…
Puisi: Selingkuh (Karya Kinanthi Anggraini) Selingkuh Hujan turun menggandeng sinar matahari tanpa selimut awan menembus yang menaungi selayak kuntum bunga yang aku pegangi telah jat…
Puisi: Jarum Jam (Karya Kinanthi Anggraini) Jarum Jam Di ujungnya ada; festival cahaya, parade bunga kurban air dan emas lunak yang disurut oleh semut d…