Puisi Kinanthi Anggraini

Puisi: Sepucuk Angin Merah (Karya Kinanthi Anggraini)

Sepucuk Angin Merah Darah terserap sejarah menatap ruh yang mengawang-awang berkeramas di telapak senja. Langit mengeropos dalam…

Puisi: Gurita (Karya Kinanthi Anggraini)

Gurita Yang melingkar pada kedua sisi perut mungil yang berisi pagi tali sejumlah sepuluh kaki berikat erat di kanan dan kiri di sanalah…

Puisi: Kerinduan (Karya Kinanthi Anggraini)

Kerinduan Sesak di dalam ulu hati berdegup kencang di rima diri setelah memegang wajahmu yang abstrak sketsa lekuk wajahmu masih terisak …

Puisi: Lembar Usang Nota Wanita (Karya Kinanthi Anggraini)

Lembar Usang Nota Wanita Seketika detik terhenti di sebuah angkot kota memuntahkan satu pasang kepala manusia…

Puisi: Bunga Azerbaijan (Karya Kinanthi Anggraini)

Bunga Azerbaijan Kau memakai mukena kuning lima renda membuka cadar pada waktu sebanyak lima menutup mahkota yang jarang terlihat mata men…

Puisi: Selingkuh (Karya Kinanthi Anggraini)

Selingkuh Hujan turun menggandeng sinar matahari tanpa selimut awan menembus yang menaungi selayak kuntum bunga yang aku pegangi telah jat…

Puisi: Jarum Jam (Karya Kinanthi Anggraini)

Jarum Jam Di ujungnya ada; festival cahaya, parade bunga kurban air dan emas lunak yang disurut oleh semut  d…

Puisi: Cerita Batu (Karya Kinanthi Anggraini)

Cerita Batu Dipahat dari ujung ke ujung bahan dasar dari sebuah patung kerap dilirik dan membuat untung …

Puisi: Musim Pelangi Hitam (Karya Kinanthi Anggraini)

Musim Pelangi Hitam Desiran udara dalam nafas senantiasa tercipta dalam palung senja seluas segara. Yang tak …

Puisi: Bunga-Bunga Bunuh Diri di Babylonia (Karya Kinanthi Anggraini)

Bunga-Bunga Bunuh Diri di Babylonia Lingkar cahaya yang dibasuh sungai euphrates berpendar derita di atas sem…

Puisi: Peci Putih yang Merindukan Sujudmu (Karya Kinanthi Anggraini)

Peci Putih yang Merindukan Sujudmu ( :  Kepada Almarhum bapakku tercinta) Sehelai benang emas melingkar di pung…
© Sepenuhnya. All rights reserved.