Puisi: Keukenhof (Karya Kinanthi Anggraini) Keukenhof Napasku terbeli oleh Amsterdam di bulan Mei beraroma lembut, semanis vanila dan sarah lovely bersama cokelat panas, jaket beludru …
Puisi: Lesung (Karya Kinanthi Anggraini) Lesung (: Farah Maulida ) Menyemai waktu kala itu kau masih menimang dedak dan lagu berjaga antara pagi d…
Puisi: Penyair Kami, Mati (Karya Kinanthi Anggraini) Penyair Kami, Mati Identitas yang dikaburkan para penyair yang dihancurkan lekang dimakan gertakan tidak …
Puisi: Susu (Karya Kinanthi Anggraini) Susu Dari dua buah dada telanjang disambut kepala mungil telentang menghisap puting yang tak pernah tidur dari kau terjaga hingga menden…
Puisi: Bunga Es (Karya Kinanthi Anggraini) Bunga Es Melihat Malaikat Jibril memunguti bulu embun yang menempel di setiap kaca di sekitar wawang tidur serupa mendung yang surut bersa…
Puisi: Benda-Benda yang Kutinggal di Kamarmu (Karya Kinanthi Anggraini) Benda-Benda yang Kutinggal di Kamarmu (: Lasinta Ari Nendra Wibawa) Parfum Aroma manis yang tak kunjung ber…
Puisi: Suamiku Tragedi Mei (Karya Kinanthi Anggraini) Suamiku Tragedi Mei Berhamburan ringan bagai kapas putih lugu kesana kemari bermain boneka berbaju ungu be…
Puisi: Dot (Karya Kinanthi Anggraini) Dot Larung pesan dalam botol kaca berisi setengah mili air mutiara terperangkap basah di bibir rekah memeras perah berpintas arah Di s…
Puisi: Periuk Cimanuk (Karya Kinanthi Anggraini) Periuk Cimanuk Di sinilah percik panca tirta bermuara. dari Cirebon , Indramayu dan Majalengka . tempat di mana bunga padi menemui rumput be…
Puisi: Yang Selesai Ditulis (Karya Kinanthi Anggraini) Yang Selesai Ditulis Bolehkan aku menyalakan lilin tanah yang masih basah? Agar kenangan pohon yang mencantumkan bunga dalam bayangan ta…