Tamu Kantuk
Apa kau akan terus-terusan mengacuhkannya
pura-pura tak acuh saat ia datang bertamu
lalu menyibukkan diri dengan rupa-rupa
pekerjaan yang mesti selesai saat itu
Apa kau tak ingin mengajaknya berbincang
jangan-jangan ada bagian tubuh yang timpang
terlalu lama diperlakukan semena-mena
tanpa kau dengar apa keluhannya.
Surakarta,13 Januari 2014
Sumber: Pelajaran Kincir Angin (Buku Katta, 2017)
Karya: Lasinta Ari Nendra Wibawa