Puisi Lasinta Ari Nendra Wibawa

Puisi: Bersandar Bantal (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Bersandar Bantal Kerabat mana yang bagimu tak enggan setiap kali datang dimintai pertolongan saat kepalamu tak mampu lagi bertahan dari ka…

Puisi: Tamu Kantuk (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Tamu Kantuk Apa kau akan terus-terusan mengacuhkannya pura-pura tak acuh saat ia datang bertamu lalu menyibukkan diri dengan rupa-rupa pek…

Puisi: Ladang Gersang (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Ladang Gersang Apa kau tahu apa yang lebih bahagia bagi ladang-ladang gersang selain ingin yang menggandeng gerimis menghapus rasa dahaga …

Puisi: Maklumat Hargo Dumilah (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Maklumat Hargo Dumilah Adalah kabut, yang membuat pandanganmu berlumut. Agar kau kembali berpikir apakah niatmu masih pasang atau surut. Meski a…

Puisi: Cerita Seorang Anak kepada Ibunya (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Cerita Seorang Anak kepada Ibunya Ibu, tak perlu kau mendongeng seperti dulu atau kau nyanyikan sebuah lagu sebab kutahu bola matamu sayu te…

Puisi: Demikian Kita Lahir Sebagai Sepasang Kawan (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Demikian Kita Lahir Sebagai Sepasang Kawan ( Kepada Sahabatku, Puisi ) Apa yang bisa kukenang dari persahabat…

Puisi: Bisakah Kita Ganti Arti Demokrasi (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Bisakah Kita Ganti Arti Demokrasi Seperti inikah nuansa demokrasi saat partai politik giat memonopoli calon-calon pemimpin yang hendak naik …

Puisi: Gadis Telaga Sarangan (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Gadis Telaga Sarangan ( Kinanthi Anggraini ) Aku jatuh Kati padamu, Kinanthi gadis mata teduh yang rajin men…

Puisi: Cahaya Ilahi (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Cahaya Ilahi Pada jiwa-jiwa yang terdampar oleh buasnya alur kehidupan kuingin kau menyaksikan petuah matahar…

Puisi: Suara Dengkur (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Suara Dengkur Berapa kali kau mencoba mendustai sampai kapan tak mau belajar memahami ucap keluar dari teng…

Puisi: Seperti Biasa (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Seperti Biasa Seperti biasa, aku harus menelepon-Mu berulang-ulang. Sebelum peta perjalanan terlihat makin rabun dan gamang. Sekedar bertanya …

Puisi: Pelajaran Kincir Angin (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Pelajaran Kincir Angin Mencintaimu dengan setulus-tulusnya, wahai angin sama halnya mencintai kawan kaum papa lagi miskin  sebab dinding-ata…

Puisi: Hikayat Sebutir Mutiara (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Hikayat Sebutir Mutiara Apa yang kau harap dari sebutir pasir yang mudah diusir angin meski semilir diterbangkan lalu dijatuhkan di atas lau…

Puisi: Gear (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Gear Aku hanyalah pembawa pesan dari mesin-mesin kendaraan tempat menukar putaran bimbang  menjadi gerak lurus beraturan adalah bukti ak…

Puisi: Perjalanan Debu (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Perjalanan Debu Apa yang kau pikir tentang debu selain serbuk halus mengembara berlalu seperti tamu yang tak pernah ditunggu yang menerobo…

Puisi: Tentang Karya (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Tentang Karya ( Yudhi Herwibowo ) Setiap karya membawa nasibnya sendiri, katamu. aku termangu, sebab selama …
© Sepenuhnya. All rights reserved.