Aceh masih belum baik-baik saja.

Puisi Lasinta Ari Nendra Wibawa

Puisi: Perjalanan Debu (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Perjalanan Debu Apa yang kau pikir tentang debu selain serbuk halus mengembara berlalu seperti tamu yang tak pernah ditunggu yang menerobo…

Puisi: Tentang Karya (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Tentang Karya ( Yudhi Herwibowo ) Setiap karya membawa nasibnya sendiri, katamu. aku termangu, sebab selama …

Puisi: Telepon (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Telepon Aku selalu menelepon-Mu langsung terhubung tanpa nada tunggu dengan sinyal jernih sepanjang waktu t…

Puisi: Saat Kelelahan Berlomba Mengejarmu di Jalan Raya (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Saat Kelelahan Berlomba Mengejarmu di Jalan Raya ( Kinanthi Anggraini ) Tanggungjawab tergesa-gesa membangunk…

Puisi: Cambuk Cimanuk (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Cambuk Cimanuk Yang mengaliri sawah ladang dan bak mandimu adalah aku urat sepanjang 180 kilometer yang membe…

Puisi: Pesan Dewi Kunthi (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Pesan Dewi Kunthi - Karna Rasa sayangku akan senantiasa sama duhai putra surya yang lahir lewat telinga bayi yang berumah di sungai gangga…

Puisi: Pertanyaan Karna pada Arjuna (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Pertanyaan Karna pada Arjuna Tebak, berapa jumlah pandawa saat anak panahku atau panahmu membabat leher lebih dulu tentu saja, kembali…

Puisi: Roda (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Roda Yang menyesaki jalanan adalah kami roda-roda kendaraan di penjuru negeri menyandang hidup hanya sebagai kuli bagi mesin penumpang dan…

Puisi: Menarik Selimut (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Menarik Selimut Ucapkankanlah selamat tinggal pada hawa yang dicintai bangsa penguin niscaya tubuh ujungmu sampai pangkal akan bertemu keh…

Puisi: Ritus Insyaf (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Ritus Insyaf Hanya butuh sekelebat pagut mau demi mengurai hidup karut-kusut dari dahulu terlihat merengut terbenam di tong keriput Mu…

Puisi: Tentang Kota yang Tak Usai Merayakan Idul Adha (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Tentang Kota yang Tak Usai Merayakan Idul Adha Bukan gemercik air yang mengalir dari mata air hingga muara Bu…

Puisi: Surga Jatuh di Karimunjawa (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Surga Jatuh di Karimunjawa Mual, mabuk, dan kawan-kawannya lenyap seketika saat kali pertama kau pijakkan kaki di bibir dermaga lau…

Puisi: Mimpi Surga (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Mimpi Surga Kerap kali kita memimpikan surga tanpa mau tahu bagaimana perasaan surga padahal ia tak ubahnya perempuan seksi yang ingin d…

Puisi: Ketika Aku Menandai 28 Januari (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Ketika Aku Menandai 28 Januari Berulang kali aku menandai tanggal ini, aku masih belum mampu mengenang tangis b…

Puisi: Batu Ombak Banteng (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Batu Ombak Banteng Tentu kelak kau akan mengerutkan kening menerka muasal kami muncul lantas berbaring meng…

Puisi: Gerak Semu Matahari (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Gerak Semu Matahari Aku tak pernah sekalipun menipu selain penglihatanmu yang kurasa keliru yang tak juga bisa menerjemahkan setiap makna …
© Sepenuhnya. All rights reserved.