Puisi Lasinta Ari Nendra Wibawa

Puisi: Gugatan Rara Jonggrang (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Gugatan Rara Jonggrang ( kepada Bondowoso yang terlahir di abad ini ) Mengapa kau begitu marah padaku, Bondowo…

Puisi: Permintaan Langit (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Permintaan Langit Maafkan aku... jika aku tak seindah dulu dan tak lagi berwarna biru karena semua juga ulahmu kau tebangi semua …

Puisi: Persaksian Langit (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Persaksian Langit Segala tipu muslihat Penyimpangan umat Telah kulihat Jeritan hambar Jeritan samar Telah kudengar Pahi…

Puisi: Ponsel (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Ponsel Wajah siapa yang paling lama ditatap bola matamu tubuh siapa yang paling rutin dipijit jari tanganmu …

Puisi: Merintis Gerimis (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Merintis Gerimis Dalam diam aku mendekam antara ngarai dan tebing curam bersama luka lintasi malam sesaat…

Puisi: Kutanya Cahaya, Air, dan Api (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Kutanya Cahaya, Air, dan Api Kutanya cahaya Mengapa dunia nian gelap? Dia menjawab: Dunia tidaklah gelap Yang gelap, hati man…

Puisi: Perahu (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Perahu Di sepertiga malam buatlah satu perahu kemudian lepaskan di atas arus yang laju yang mengalir dari …

Puisi: Aku Akan Mengajakmu Berlayar, Cinta (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Aku Akan Mengajakmu Berlayar, Cinta ( Kinanthi Anggraini ) Hari ini aku akan mengajakmu berlayar, cinta. Sebe…

Puisi: Memeluk Guling (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Memeluk Guling Peluklah mimpimu sekuat-kuatnya sebab esok pagi masih menyimpan rahasia malam ini langit tetap menawarkan gulita tapi jangan …

Puisi: Benda-Benda yang Sengaja Kau Tinggal di Kamarku (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Benda-Benda yang Sengaja Kau Tinggal di Kamarku Parfum Sebuah kebun vanila  yang tersimpan dalam rumah kaca dengan atap merah tua penamp…

Puisi: Tentang Karya (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Tentang Karya ( Yudhi Herwibowo ) Setiap karya membawa nasibnya sendiri, katamu. aku termangu, sebab selama …

Puisi: Telepon (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Telepon Aku selalu menelepon-Mu langsung terhubung tanpa nada tunggu dengan sinyal jernih sepanjang waktu t…

Puisi: Semak Belukar (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Semak Belukar Lihatlah semak belukar itu, katamu Sekilas tampak gelap dan menyeramkan Dibanding padang rumput yang luas di sampingku (Se…

Puisi: Menunggu Ramadhan (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Menunggu Ramadhan Kutunggu hadirmu serupa lelaki yang lama menunggu kekasihnya di stasiun kota. Di tengah gegap…

Puisi: Bersandar Bantal (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Bersandar Bantal Kerabat mana yang bagimu tak enggan setiap kali datang dimintai pertolongan saat kepalamu tak mampu lagi bertahan dari ka…

Puisi: Tamu Kantuk (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Tamu Kantuk Apa kau akan terus-terusan mengacuhkannya pura-pura tak acuh saat ia datang bertamu lalu menyibukkan diri dengan rupa-rupa pek…
© Sepenuhnya. All rights reserved.