Puisi: Pada Jendela Basah (Karya Dimas Arika Mihardja)

Pada Jendela Basah

Pada jendela basah, kulukis resah wajah
waktu. Asap mengepul dari cerobong mulut
dan jemari maut mengintai usai hujan rinai. Jarum jam
tak lelah bertik-tok pada jantungmu
yang melemah.

Pada jendela basah, kaukirim pesan singkat
yang sangat jelas maknanya. Kaca mengembun
dan wajahmu meranum. Tirai melambai
dan terasa ada yang tergadai.

Pada jendela basah, entah tangan siapa
menjulur mengulurkan kerinduan
yang gemetar. Serupa bendera putih
tangan itu tak letih berkibar
mengabarkan gelisah kamar!

Jambi, 2010

"Puisi Dimas Arika Mihardja"
Puisi: Pada Jendela Basah
Karya: Dimas Arika Mihardja

Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar