Puisi: Reklame Bunuh Diri (Karya Beno Siang Pamungkas)

Reklame Bunuh Diri

Mungkin ini terdengar konyol, atau tepatnya bodoh
seorang lelaki menyerahkan lehernya
dan menyatakan cinta
kepada seseorang yang tak mungkin dimilikinya.

Kadang-kadang hidup memang terasa tidak adil,
terutama bagi si pandir dan pengecut.

Tentu saja kau boleh kecewa,
dan menyebutku pecundang.

Namun ini semua bukan ideku.
Semata-mata, dan hanya semata-mata demi kebaikanmu.

Aku bukanlah pohon yang baik
yang bakal berbuah ketika musimnya tiba.
Aku hanyalah gelembung sabun.
Sekilas memang penuh warna.
Berikutnya kosong dan musnah.

Tapi seseorang memang berhak menentukan akhir hidupnya.
Dan aku memasang iklan duka cita ini dengan penuh kesadaran.
Aku ingin mati dengan cara yang tak pernah kau duga.
Jangan menangis.
Tunggu saja beritanya besok pagi.

2011
"Puisi: Reklame Bunuh Diri"
Puisi: Reklame Bunuh Diri
Karya: Beno Siang Pamungkas

Baca juga: Kumpulan Puisi 5 Bait 20 Baris
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar