Puisi: Cukuplah Ibu (Karya Shinta Miranda) Cukuplah Ibu Inspirasi dari Sons dan Lovers – DH Lawrence Aku melihat Tuhan di wajahmu, perempuan satu-satunya Bulan malam tak pernah tenggelam meski…
Puisi: Sajak Seekor Badak (Karya Susy Ayu) Sajak Seekor Badak (untuk 50 ekor badak jawa yang hampir punah di ujung kulon) saat kau resah dan sendiri bersembunyilah di sini pada kubangan pada s…
Puisi: Panmunjeom (Karya Maman S. Mahayana) Panmunjeom Di sini awalnya, di sebuah desa di Panmunjeom perdu-perdu dan medan kosong ilalang liar, tanah lapang dan hamparan rumput gajah …
Puisi: Di Museum Perundingan (Karya Maman S. Mahayana) Di Museum Perundingan Sebuah gubuk sebuah kamar dipelihara jadi museum seperti adanya bersih sederhana nyaman menegangkan di sini monu…
Puisi: Dua Butir Benih (Karya Fitri Yani) Dua Butir Benih perempuan menebar sebutir benih berwarna putih di tanah benih itu tertidur lelap dan bermimpi bertemu seorang…
Puisi: Di Prosenium (Karya Goenawan Mohamad) Di Prosenium They live their lives in sad cafes and music halls - Janis Ian. Di kursinya yang hitam, ia masih belum juga ber…
Puisi: Untuk Sebuah Sepi (Karya Susy Ayu) Untuk Sebuah Sepi setangkai mawar kau simpan di mejaku durinya runcing menusuk jantung aku bertanya, " Mengapa cinta bisa begini pedih?" ka…
Puisi: Hujan Menjelang Subuh (Karya Tjahjono Widarmanto) Hujan Menjelang Subuh malam berkemas di balik rintik hujan : aku ingin pulas di pangkuanmu! air mataku merintih pelan merata…
Puisi: Perjamuan Sekejap (Karya Fitri Yani) Perjamuan Sekejap jika bukan malam ini, kapan lagi kita berbagi cahaya lampu bertukar puisi sambil bersulang merayakan kemerdek…
Puisi: Legenda Damarwulan (Karya Iman Budhi Santosa) Legenda Damarwulan Sejak dulu aku tidak percaya, Raden serupa Anjasmara. Engkau bukan pekathik bukan sudra, bukan rumput muda pantas jadi makanan kud…
Puisi: Ternate dan Tidore (Karya Zeffry J. Alkatiri) Ternate dan Tidore, 2000-2004 Berabad-abad pulau-pulau, seperti tertidur tengkurap Di atas bulu-bulu permadani biru. Waktu mentari menunggu,…
Puisi: Autumn In Leiden (Karya Mariana Lewier) Autumn In Leiden angin pagi menggoda air di sepanjang kanal, (mengajak) ntuk menari bersama guguran daun hari-hari di kota Leiden tlah membawa separu…
Puisi: Bau Kemboja Tercium di Lembar-Lembar Usia (Karya Tjahjono Widarmanto) Bau Kemboja Tercium Di Lembar-Lembar Usia butir-butir rindu tercecer di rinai gerimis Engkau yang pancangkan kangen itu seperti memahatkan s…