Puisi: Stanza Lara (Karya Nurhayat Arif Permana) Stanza Lara jiwa terbang lelaki malang di persimpangan airmata menghapus jejaknya dengan sayap separuh patah sendiri tanpa kemudi tanpa kendali menga…
Puisi: Putih (Karya Nersalya Renata) Putih di sini, putih adalah pusat. tujuan dari setiap perjalanan. semua berlomba untuk menjadi putih. tampak putih. seolah-olah putih. berpu…
Puisi: Hidup dengan Sepatu (Karya Kurniawan Junaedhie) Hidup dengan Sepatu Jam lima pagi, aku sudah sampai ke sepatu. Waktu merangkak di jam tangan. Aku berjalan bersama sepatuku. Udara segar. "…
Puisi: Dari Balik Jendela (Karya Muhammad Rois Rinaldi) Dari Balik Jendela Diam-diam kutelusuri kisahmu dari balik jendela waktu kutemukan engkau dalam keheningan se…
Puisi: Teluk Betung (Karya Fitri Yani) Teluk Betung dari pusaran kota tanjungkarang dan keringat subuh para perempuan di selasar pasar kubentangkan untukmu sebuah jalan dengan…
Puisi: Daun, Mawar, dan Embun (Karya Mario F. Lawi) Daun, Mawar, dan Embun /1/ Musim semi tiada aku miliki Tapi pucuk-pucukmu terus bersitumbuh Di ladang-ladang gersang hatiku. Kerimbunannya bagaikan d…
Puisi: Kuucapkan Selamat Pagi Padamu (Karya Mario F. Lawi) Kuucapkan Selamat Pagi Padamu Kuucapkan selamat pagi padamu Karena matamu yang menyimpan matahari Bersinar perlahan mencairkan hatiku. Kuucapkan sela…
Puisi: Pematang Rindu (Karya Muhammad Rois Rinaldi) Pematang Rindu Ingatanku tertinggal di lintang pematang antara berpasang bangau putih berlari riang dan wangi nasi liwet, kau bawa dalam ran…
Puisi: Hutan Lembang (Karya Soni Farid Maulana) Hutan Lembang Ketika gerimis berderai dan pepohonan gugur daun; aku dengar suara itu memanggil namaku. Dan aku menengok ke arah itu; tapi tak ada sia…
Puisi: Patung Air Partini Tuin (Karya Irma Agryanti) Patung Air Partini Tuin dalam tubuh batu padam matahari sedingin kolam matanya corak kain batik tangannya menangkup bagai kuncup menutup lubang pusar…
Puisi: Rana Masak (Karya Mario F. Lawi) Rana Masak (Untuk Kakek) Pediangan jiwamu yang dingin Biar kuhangatkan dengan tarian, Tabuh genderang dan pesta ladang. Tangis bayimu yang lembut, Ad…
Puisi: Saksikan Begitu Banyak Orang Mempertuhankan Uang (Karya Taufiq Ismail) Saksikan Begitu Banyak Orang Mempertuhankan Uang Kita hidup di sebuah zaman, ketika uang dipuja-puja sebagai Tuhan Dengan uang hubungan antar-manusia…
Puisi: Liontin Matahari (Karya Fitri Yani) Liontin Matahari cahayanya seperti ribuan bintang yang gemetar jika kau lingkarkan di leherku ia menjadi bunga mekar. Tanjungkaran…