2011

Puisi: Kota Bumi Gas (Karya Mahdi Idris)

Kota Bumi Gas Lihatlah sepajang jalan ini lubang tanpa penggali debu-debu bersayap memasuki sarang awan. anak sungai lahir dari pori-por…

Puisi: Busur Cinta Yessika (Karya Dimas Arika Mihardja)

Busur Cinta Yessika (sebuah sajak yang mungkin saja mengingatkan "pacar senja" Joko Pinurbo ) Keka…

Puisi: Penggali Sumur (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Penggali Sumur Lelaki itu menggambar tubuhnya dengan rute jauh yang ditempuh. Sosoknya tegap menantang musim mengukur sembarang uj…

Puisi: Bukan Sambal Terakhir Persembahan Istri (Karya Kurniawan Junaedhie)

Bukan Sambal Terakhir Persembahan Istri Adik makan rendang di depan komputer. Kakak main boneka  di dalam kamar. Di dapur, istri bikin sambal ke…

Puisi: Usaikah Hari (Karya Muhammad Rois Rinaldi)

Usaikah Hari Kepada siapa lagi kupercayakan suara jika angin tak henti menguping mengabarkan pada seisi bumi aku terperangkap dalam butira…

Puisi: Surat Sondang untuk Presiden (Karya Cucuk Espe)

Surat Sondang untuk Presiden Beginilah isi hati Sondang Pemuda berani pembakar nurani Mesti bikin malu seluruh negeri Indonesia yang buta …

Puisi: Prosesi (Karya Leon Agusta)

Prosesi Bagaimana berakhirnya senyap? Orang-orang tak lagi saling memandang Berkata-kata tapi tak saling mendengar Merayap …

Puisi: Pelarian Malam (Karya Ulfatin Ch.)

Pelarian Malam Malam terus menanjak rasa kantuk yang kutahan menjadi pelana dalam pelarian Tak ada sungai atau danau pembasuh muka semua sumur terasa…

Puisi: Rencana Pernikahan (Karya Susy Ayu)

Rencana Pernikahan ini fotoku, demikian pesanmu selalu kau kirim dengan koordinat tempatnya di sini orang Polandia membuka kebun-kebun teh yang perta…

Puisi: Di Prosenium (Karya Goenawan Mohamad)

Di Prosenium They live their lives in sad cafes and music halls - Janis Ian. Di kursinya yang hitam, ia masih belum juga ber…

Puisi: Ziarah Tembuni (Karya Iman Budhi Santosa)

Ziarah Tembuni Berkaca pada lantai pendapa, malam wangi Wijayakusuma keriput uban serentak melawan, karena di sudut dekat pot bunga berlumut, saudara…

Puisi: Para Perindu (Karya Djoko Saryono)

Para Perindu Berzikir, berzikir, berzikirlah kekasihku biar dunia suntuk mengitari satu sumbu: tak limbung oleh kuasa semu istikamah menuju muara…

Puisi: Suramadu (Karya Djoko Saryono)

Suramadu memandang panjang Suramadu garis membaur – batas pun hancur jarak melebur – beda pun gugur : kenapa kita malah bangun ragu? selat cuma tanda…
© Sepenuhnya. All rights reserved.