Amsal Sebilah Pisau

Pisau yang tergeletak di atas meja makan itu terisak sedih
sudah berhari-hari tak ada apa pun, sekadar bawang merah
atau seekor cicak melintas, untuk dicincang
jamur karat membelukar di tubuhnya yang kian suram dan renta
matanya yang tumpul masih berkilat karena siksa lapar
namun ruang dan waktu yang mengepung dirinya hanya
menurunkan sepi

Seseorang meninggalkannya begitu saja di meja makan itu
tanpa tugas tanpa mangsa
padahal begitu nyaring ia dengar suara erang daging dan deras darah
yang muncrat di jalan-jalan kelam dari jaman ke jaman
sejak Qabil membantai Habil
O, daging yang ranum darah yang harum
aku menginginkanmu di hari tuaku yang buruk ini! Ratapnya
pedih dibekuk kenangan yang mendatanginya bertubi-tubi

Pisau yang tergeletak di atas meja makan itu meraung sangsai
seperti putus asa
sudah berhari-hari ia tak menemu cara bunuh diri: mengakhiri
seluruh perjalanannya dan memulai lagi pengelanaan baru
menyusuri jalan-jalan kelam di dunia lain
bersama orang-orang lain
sebagai korban.

Serang, 1998-1999
"Puisi Toto ST Radik"
Puisi: Amsal Sebilah Pisau
Karya: Toto ST Radik

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Contoh Puisi Pendek beserta Pengarangnya

Post A Comment:

0 comments: