Generasi Bangsa

Dulu nenekku naik-turun bukit untuk menziarahi makammu. Sekarang makammu dihimpit gedung-gedung kota. Sayang, tidak ada lagi yang suka mencabuti rumput.

Cuma kakek kumis putih itu yang rindu kabar ekonomi negara, anaknya browsing berita artis, cucunya pecinta film Korea. Hanya nenek gigi palsu itu yang menceritakan kisah pahlawan bangsa, anaknya bercita-cita ingin jadi Manusia Serigala, cucunya menghafal lagu India.

"Jawab pak tua apakah anak-anak jamanmu menonton TV siang dan malam? Katakan padaku kenapa tidak kau bunuh sebelum lahir si Pencetus Era Modern itu? Dia merusak generasiku pak."

27 November 2018
"Puisi: Generasi Bangsa"
Puisi: Generasi Bangsa
Oleh: Arief Munandar

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post A Comment:

0 comments: