Puisi: Lelaki yang Pernah Mencintaimu (Karya A. Munandar) Lelaki yang Pernah Mencintaimu Aku yang kau kenal itu— aku yang sangat kau kenal itu— lelaki yang dahulu begitu akrab denganmu, yang pernah menggantu…
Puisi: Menyerah (Karya A. Munandar) Menyerah Kelak kita 'kan menyerah menerima yang tak terjadi menutup mimpi dan sejarah sebab waktu telah menelan beribu janji. Dan di sela kesun…
Puisi: Rencana Waktu (Karya A. Munandar) Rencana Waktu Mimpi dan iri telah kembali dari kembara sebulan lalu namun kita masih mencoba memahami rencana waktu : padahal waktu tidak merencana…
Puisi: Perihal Melepaskan (Karya A. Munandar) Perihal Melepaskan Tidak semua pintu harus diketuk, tidak semua luka harus dipeluk. Sebab hidup terlalu singkat untuk ragu, terlalu luas untuk te…
Puisi: Kereta Tua (Karya A. Munandar) Kereta Tua Catnya mengelupas, rodanya berkarat, namun di sanalah masa silamnya melekat. Mungkin itulah sebabnya, kereta tua itu begitu penting bagi…
Puisi: Sebuah Rasa (Karya A. Munandar) Sebuah Rasa Angin mendesir perlahan seakan menjemput maut dan lagi-lagi rindu digerogoti penyesalan akut. Kutahu kita sudah menyerah untuk percaya ta…
Puisi: Masihkah Kau Ingat? (Karya A. Munandar) Masihkah Kau Ingat? Yang tak pernah jemu Yang selalu menagih pilu Ai, ada yang ingin kutanyakan padamu: Masihkah kau ingat …
Puisi: Adat/Istiadat Cinta (Karya A. Munandar) Adat / Istiadat Cinta Aku menutup mataku meratapi sebuah bayang meraba lukaku karena kenyataan selalu bertanya padaku di mana duni…
Puisi: Pertempuran Batin (Karya A. Munandar) Pertempuran Batin Membingungkan betapa kita menenun dan terus menenun kejujuran demi kejujuran hanya demi melahirkan satu kebohongan yang kita se…
Puisi: Ketika Hati Ingin Berteduh (Karya A. Munandar) Ketika Hati Ingin Berteduh Aku datang untuk memeluk harga dirimu menjaganya hingga engkau merasa bangga menimbang rasa untuk selamany…
Puisi: Perihal Patah Hati (Karya A. Munandar) Perihal Patah Hati Untuk apa mengungkit Kenangan-kenangan pahit? Karena semakin dijahit Semakin terasa sakit. Bukankah leb…
Puisi: Tempat Kita Bertemu (Karya A. Munandar) Tempat Kita Bertemu Inilah tempat kita bertemu kita menghitung bintang yang sama kita berdebat, karena hitungan tidak pernah sama. …
Puisi: Obsesi Salah Tempat (Karya A. Munandar) Obsesi Salah Tempat Kuikuti arus-arus jemu menguras warna-warni semu namun tak jua kutemui, sesuatu yang seteduh bisikan itu. Ingatan telah membawaku…