Puisi: Memo (Karya A. Munandar) Memo Adalah aku yang selalu dan masih menyuapi rindu tapi malu menjamu temu. 1 Februari 2020 Analisis Puisi : Puisi "Memo&…
Puisi: Episode Air Mata (Karya A. Munandar) Episode Air Mata ( 1) Dengan hati dengan hati-hati senja sebagai saksi perasaan sebagai bukti Dua manusia asing bertemu, berb…
Puisi: Sesuatu yang Telah Pergi (Karya A. Munandar) Sesuatu yang Telah Pergi Sesuatu yang telah pergi Tidak bisa kembali. Berteman kesombongan Berbalut kepals…
Puisi: Menulis Puisi (Karya A. Munandar) Menulis Puisi Menulis puisi adalah membebaskan diri dari sempitnya menjadi aku: Dengan puisi aku bisa menjadi duri …
Puisi: Peziarah Sepi (Karya A. Munandar) Peziarah Sepi Hanyalah ingin dan angan yang mendidih sementara kerinduan menyembelih pelan-pelan. Termangu lantaran cinta sudah sepekan mengangkat be…
Puisi: Mengenyam Senja Silam (Karya A. Munandar) Mengenyam Senja Silam Dalam derap langkah-langkah hilang harap kau menyeka air mata, menyeka duka Sepintas lalu mengingat …
Puisi: Kekalahan yang Menang (Karya A. Munandar) Kekalahan yang Menang (I) Malam larut, terlanjur kita mengubur nasib berwajah aib. Sepakat dengan derajat, martabat, keha…
Puisi: Lemari (Karya A. Munandar) Lemari Lain kali, akan kuperlihatkan padamu bahwa satu-satunya yang rapi di lemari: hanya cintaku padamu. 29 September 2020 Analisis Puisi : …
Puisi: Inikah yang Kau Tunggu? (Karya A. Munandar) Inikah yang Kau Tunggu? Kabar gembira untuk musuh Wajahmu tak mau berseri Dengan kisah yang enggan kembali. …
Puisi: Mawar (Karya A. Munandar) Mawar Tumbuh, luruh, jatuh, ... Kenang aku sebagai mawar mekar, hanya sebentar. 1 Februari 2020 Analisis Puisi : Puis…
Puisi: Pro dan Kontra (Karya A. Munandar) Pro dan Kontra Yang ini yang pro Yang itu yang kontra (Yang lain diam saja) Yang ini mengatakan: Yang ini baik (Setan…
Puisi: Sederhana (Karya A. Munandar) Sederhana Terkadang bahagia itu sederhana. Terkadang sederhana itu bahagia. Januari, 2018 Analisis Puisi : …
Puisi: Fragmen Perpisahan (Karya A. Munandar) Fragmen Perpisahan Terikat dengan mimpi yang tidak ingin kita perjuangkan, bersujud dalam nurani insani. Setiap hari kita menyalahkan takdir, se…
Puisi: Tak Ada yang Salah (Karya A. Munandar) Tak Ada yang Salah Kedatanganmu adalah ketidaksengajaan yang tumbuh tanpa pupuk, dengan sendirinya berbunga dan berbuah tak bisa dipetik. Tak a…
Puisi: Hujan Waktu Itu (Karya A. Munandar) Hujan Waktu Itu Hujan pertama telah datang dari perginya September lalu. Bumi kembali basah, begitu juga hatiku. …
Puisi: Simpang Kenangan (Karya A. Munandar) Simpang Kenangan Melambung angkuh menelusuri rindu, tempat bernaungnya, juga alasan berseminya. Hanya dua telaga benci, mata air cinta da…
Puisi: Kesepakatan (Karya A. Munandar) Kesepakatan Aku tahu ini berat Tapi kita sudah sepakat Sepersekian karat Adalah untuk pejabat 17 April 2023 Analisis Puisi : Puisi "Kesepakatan&…