AriefSigli

Puisi: Kau Tak Pernah Mati (Karya A. Munandar)

Kau Tak Pernah Mati Kau adalah pagi yang selalu senja di dalam hati Kau adalah sepi adalah mimpi …

Puisi: Generasi Bangsa (Karya A. Munandar)

Generasi Bangsa Hanya kakek kumis putih itu yang rindu kabar ekonomi negara, anaknya browsing berita artis, cucunya pecinta film Korea. Hanya …

Puisi: Bila Hujan (Karya A. Munandar)

Bila Hujan Bila hujan tak sempat menawar pilu         izinkan aku menitip duka padamu. Bawalah ke ujung timur         sebab rindu bermuara da…

Puisi: Menyesal (Karya A. Munandar)

Menyesal Kita menghancurkan hanya untuk mengatakan kita menyesal. Kita menghilangkan hanya untuk mengatakan kit…

Puisi: Tak Ada yang Menangis Untukmu (Karya A. Munandar)

Tak Ada yang Menangis Untukmu Mungkin wajahnya melambangkan sesuatu yang menyenangkan dan hatinya terbentuk …

Puisi: Tentang Kita (Karya A. Munandar)

Tentang Kita Betapa buruknya untuk menyadari, bahwa semua yang aku lakukan demimu adalah semua yang tidak akan pernah kau lakukan demiku. Bahkan u…

Puisi: Terhimpit Ragu (Karya A. Munandar)

Terhimpit Ragu         Kau terhempas dari duniaku atau aku yang terbuang dari duniamu?         Kau terkurung di duniamu atau aku y…

Puisi: Ketika Hati Ingin Berteduh (Karya A. Munandar)

Ketika Hati Ingin Berteduh Aku datang untuk memeluk harga dirimu         menjaganya hingga engkau merasa bangga         menimbang rasa untuk selamany…

Puisi: Perihal Patah Hati (Karya A. Munandar)

Perihal Patah Hati Untuk apa mengungkit Kenangan-kenangan pahit? Karena semakin dijahit Semakin terasa sakit. Bukankah leb…

Puisi: Ia Bertanya pada Waktu (Karya A. Munandar)

Ia Bertanya pada Waktu Bergantian menggurui rindu sementara mesin kota menjajakan pilu "Keringat ibu kota kau sapu sendiri?&qu…

Puisi: Mengapa Mencintai? (Karya A. Munandar)

Mengapa Mencintai? Aku penasaran mengapa kamu bisa begitu tegar mencintai, pada hakikatnya aku tidak pernah melihatmu benar-benar dicintai. Ini m…

Puisi: Karma Pembunuh Sumpah (Karya A. Munandar)

Karma Pembunuh Sumpah Ada sesuatu yang menunggu kita di luar sana, bahkan walau kita tidak pernah bergerak. Ada sesuatu yang mengharap…

Puisi: Elegi Nostalgia (Karya A. Munandar)

Elegi Nostalgia Apa kau ingat, betapa dulu kau tersesat di mataku? Betapa kau berjanji, tidak akan pernah mengatakan selamat tinggal? Dulu. Apapun ya…

Puisi: Lelah (Karya A. Munandar)

Lelah Seperti mencari Tapi tak menemukan Seperti menemukan Tapi tak menerima Di sini, kau lelah Kau lelah 2019 Analisis…

Puisi: Yang Terlepas (Karya A. Munandar)

Yang Terlepas "Aku mencoba menyelamatkan rindu tapi tak sanggup melunasi penyesalan" Siang malam diperas keadaan lagi-lagi terpaksa menahan…

Puisi: Senyuman yang Pergi (Karya A. Munandar)

Senyuman yang Pergi Kau merusak setiap ingin yang kubutuhkan,         setiap butuh yang kuharapkan. Kau adalah senyuman, adalah malam         yang ti…

Puisi: Kepada H & M (Karya A. Munandar)

Kepada H & M Kita pernah mengulur waktu         mencoba menghambat senja         dan selalu dengan mimpi. Kita pernah menjawab sepi        …

Puisi: Lambaianmu (Karya A. Munandar)

Lambaianmu Lambaianmu seperti gemuruh hujan membuatku sadar akan dunia lain di dalam hati beberapa di antaranya adalah sesal hingga…
© Sepenuhnya. All rights reserved.