Si Nanggar Tulo
(Kepada Gadis Humbang)

Naggar Tullo bangkit dari danau
Dari kembar biru dan hijau
Hoi, tinggalkan cumbu dan partandang

Nanggar Tullo datang datarantinggi
Bawa lupa dan kecapi
Hoi, mari nyanyi dan tumba!

Tekun malam daerahtandus
Resah padangpadang lalang
Semua kami tembus –
Naggar Tullo, ayo cerita ayo dendang!

“kali ini cerita
Berpangkal pada ketandusancerita
Sebab
Aku sudah tinggalkan danau
Kerna bagia sudah datang ke sana
Tayang biru dan hijau
Segala wewarna di
Remaja
: panen yang baru lalu
Bikin mahal ikanmas
Dan nelayanremaja
Banyak bercita ke kota
Kabar terakhir katakan
“remaja penyelamlumut
Dan resiabasah kembar biru dan hijau di danau
Bersanding perawan penunggugerbang di kota
Dan
“kami berkirim manikam
Dan slendangsutra sesekali
Ke tepi danau

Kini malammalam di pantai
Lekas berakhiran
Gadis penyulampukat
Cari cumbu
Dalam hempas dan hisakkerinduan di ranjang
Dan
Musimpenghujan yang akan datang
Halangi utasremaja
Turun dari pegunungan
Bawa rayu dan
Kalungrotan bertusuk
Saga

Aku datang kemari
Karena di sini masih ada
Ria
Riaasli berasalusul deritaasli
Endapan doa dan harap-harap-harap
Dari ketandusan dan kekurangan
O, masih bisa bikin udara di sini
Linggajuran dan –
Bewarna!

Mulai kini
: Pulangkan risau dan derita
Kepada mereka –
Yang diiseng bagia!

Aku datang dari kembar biru dan hijau
Aku kini diserbawarena
Serbawareni
: Kabut di sini biru-biru
Lapar di sini ungu-ungu
Pipi di sini merah-merah
Hati di sini puti-puti
Hoi, mari nyanyi
Mati tumba!”

Selamat datang, Nanggar Tullo!
Selamat tinggal di tengah kami!
Nyanyi, hoi! Tumba, hoi! Hoi-hoi-hoi
keliling sama si Naggar Tullo
Si Nanggar Tullo-Tullo-a-Tullo-oo-o....
September, 1953




Humbang = pedataran tinggi tandus, atas dan sekitar Danau Toba
Partandang = pemuda yang datang martandang (berkunjung cumbu pada gadis-gadis, kebiasaan di Tapanuli)
Tumba = semacam tari bersama dengan nyanyi bersama-sama di Tapanuli
"Puisi Iwan Simatupang"
Puisi: Si Nanggar Tulo
Karya: Iwan Simatupang

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Puisi Kecewa Sama Gebetan
Loading...

Post A Comment:

0 comments: