Info Terbaru: Pidie Jaya kembali dilanda banjir. Aceh belum benar-benar pulih

Puisi: Berlari-lari dalam Hujan (Karya Mustafa Ismail)

Puisi "Berlari-lari dalam Hujan" mengajak pembaca untuk merenungkan arti kehangatan, keberadaan, dan hubungan yang nyata dalam kehidupan manusia.
Berlari-lari dalam Hujan

Aku berlari-lari dalam hujan
girang dalam masa kanak-kanak
menembus arca dan jalan asia afrika
menemukan gadis-gadis yang kau ceritakan
atau cerita "Bandung Lautan Api"
di jalan yang menanjak
juga di kemacetan pukul tiga sore
saat aku ingin kembali ke Jakarta
menemukan engkau disana
meski harus menyibak bufet, KFC, tower
dan jalan raya
di situlah aku harus bersabar
membunuh segala kasmaran

Saat hujan reda, dan aku berada dalam bus
menuju Jakarta
jalan tol membisikkan pencarian: "Dimana-mana yang kau temui
adalah kegelapan
belajarlah untuk mengerti
sambil mendirikan museum dan rumah sakit!"
tapi aku tetap tak mengerti
dimana arca-arca itu, gadis-gadis santun
pulang sekolah
dimana cerita yang pernah kau titip
sebelum aku datang padamu

Aku tak butuh bufet, KFC, tower, dan coca-cola 
di situ
aku cuma mimpi tentang kehangatan tubuhmu
di tengah udara pagi yang sejuk.

Bandung-Jakarta, Desember 1996

Analisis Puisi:

Puisi "Berlari-lari dalam Hujan" karya Mustafa Ismail menggambarkan perjalanan pribadi dan pencarian identitas seseorang dalam konteks kota Bandung.

Penggambaran Kota Bandung: Puisi ini membawa pembaca ke dalam suasana Bandung, dengan gambaran jalan-jalan seperti Asia Afrika, arca, dan kemacetan yang menjadi latar belakang perjalanan sang penyair. Kota Bandung digambarkan sebagai tempat di mana kenangan dan harapan bersatu, serta tempat di mana cerita-cerita masa lalu menjadi hidup.

Masa Kanak-Kanak dan Nostalgia: Penyair menggambarkan pengalamannya berlari-lari dalam hujan dengan rasa girang masa kanak-kanak. Ini menciptakan suasana nostalgia yang kuat, di mana ingatan akan masa lalu menjadi sangat berarti dalam pencarian identitas diri.

Pencarian Identitas dan Keberadaan Seseorang: Puisi ini mencerminkan perjalanan pencarian identitas dan keberadaan seseorang, yang termanifestasi dalam penggambaran penyair yang mencari arca, gadis-gadis yang diceritakan, dan cerita-cerita tentang Bandung yang dipercayakan kepadanya. Ada rasa penasaran dan keinginan untuk menggali lebih dalam akan makna di balik kenangan dan pengalaman yang telah dilalui.

Kebingungan dan Kehilangan: Meskipun penyair berusaha memahami pesan yang disampaikan oleh jalan tol, di mana "Dimana-mana yang kau temui adalah kegelapan," tetapi ia masih merasa kebingungan dan kehilangan. Ada kerinduan yang mendalam akan kehangatan hubungan yang nyata, melampaui kenikmatan materi seperti bufet, KFC, tower, dan minuman ringan, yang menjadi simbol kurangnya kedekatan emosional dalam kehidupan modern.

Kerinduan akan Kehangatan dan Kebahagiaan: Penutup puisi menggambarkan kerinduan penyair akan kehangatan tubuh dan kebahagiaan yang sederhana, yang tidak bisa tergantikan oleh kesenangan dunia materi. Ini mencerminkan keinginan akan kedekatan dan keintiman yang lebih mendalam dalam hubungan manusiawi.

Puisi "Berlari-lari dalam Hujan" adalah refleksi tentang perjalanan pencarian identitas dan makna dalam kehidupan seorang individu, di tengah kerumitan dan kebingungan yang dialami dalam kehidupan modern. Dengan gambaran yang kuat tentang Bandung dan perjalanan emosional penyair, puisi ini mengajak pembaca untuk merenungkan arti kehangatan, keberadaan, dan hubungan yang nyata dalam kehidupan manusia.

Mustafa Ismail
Puisi: Berlari-lari dalam Hujan
Karya: Mustafa Ismail

Biodata Mustafa Ismail:
  • Mustafa Ismail lahir pada tanggal 25 Agustus 1971 di Aceh.
© Sepenuhnya. All rights reserved.