Puisi: Kita Saling Memanggil Karya: Mustafa Ismail
Kita Saling Memanggil

Tak ada salahnya kita saling memanggil
pada jarak tak terucapkan
kita membeku dalam kotak-kotak sunyi
kehilangan waktu bicara
tak sempat membaca
meski surat kabar tetap menulis
peristiwa yang tiap saat harus kita tunda
karena jalan kecil, kota menggoreskan air mata

Panggillah beberapa kali
hingga kita sama-sama mengerti
apa yang perlu kita lakukan
duduk pada satu sudut
memperbincangkan penanggalan yang lewat
dan sunyinya sebuah senja

Ketika kita saling memanggil
jarak menetes dalam genggaman
kita berlomba: gairah mengirim luka.

Trienggadeng, 1996
Puisi Mustafa Ismail
Puisi: Kita Saling Memanggil
Karya: Mustafa Ismail

Baca juga: Kumpulan Puisi Mengenang Tsunami

Post A Comment:

0 comments: