Memoikra

Lelah belum sepenuhnya lenyap, ketika kita kembali bercakap
sore itu, di sebuah sudut di kampusmu, tentang cahaya
yang berkilatan, di kaki Buket Rata

Ini menu semusim, mungkin kau ingin mengatakan itu,
ketika kita saling memandang, menghadapi hidangan
di meja makan, di tepi jalan raya yang sibuk

Sebentar lagi aku akan berangkat, setelah matahari jatuh
tetapi bus-bus tidak ada yang mau pergi
jalan raya menjadi gaib, malam membeku

Dan satu hal yang pasti, tidak ada darah yang menetes
dari pohon-pohon di bukit itu, seperti kini.

Lhokseumawe 1995-Sawangan 2002
Puisi Mustafa Ismail
Puisi: Memoikra
Karya: Mustafa Ismail

Baca juga: Kumpulan Puisi Bebas tentang Pahlawan
Loading...

Post A Comment:

0 comments: