Mungkin

Mungkin kita cuma butuh satu atau dua kata
memastikan perjalanan: dilanjutkan atau ditunda
setelah pesta-pesta itu begitu memabukkanmu
setelah cerita-cerita itu begitu memusingkanku

Mungkin kita cuma butuh satu atau dua detik saja
menegaskan hidup kita: kalah atau mengalah
setelah langit menuliskan cerita yang sembraut
setelah laut menenggelamkan tiang-tiang dermaga

Mungkin kita cuma butuh secangkir air mata
menandai gairah yang tertunda
setelah bumi terbelah, setelah kota pecah
setelah kita tidak merasa pernah melukis apa-apa.
Agustus 1996
Puisi Mustafa Ismail
Puisi: Mungkin
Karya: Mustafa Ismail

Baca juga: Kumpulan Puisi tentang Bencana
Loading...

Post A Comment:

0 comments: