Pahit Kisah Menunggu

Berkali membuka pintu
seolah tak sabar menanti ketukan
hingga senja menggiring gelap
malam beranjak pergi

ruang senyap itu tak mengelu sesiapa
tak ada lilin, tart merah muda dan pisau berpita jingga
juga sesuap kasih legit di lidah usia

sekuntum mawar di sudut meja kehilangan tanya
untuk siapa harum wanginya
hempasan ombak di kejauhan semakin pekat
menarikan tajam karang ke dada hampa
terasa pahit kisah menunggu
setelah tak ada yang dijamu.

Banda Aceh
2 April 2012
Puisi D. Kemalawati
Puisi: Pahit Kisah Menunggu
Karya: D. Kemalawati

Baca juga: Kumpulan Puisi tentang Pagi

Post A Comment:

0 comments: