Puisi: Alor dan Gadis-gadis Takpala Karya: Iyut Fitra
Alor dan Gadis-gadis Takpala

Matahari bersengat gagah. Kemarau memang selalu panjang
sungai-sungai kering dan sempit. Melagukan musim berbeda rupa
seolah kisah dua raja yang tercebur ke dalam perang magi
dimana angin topan bergulung-gulung dari pedalaman pegunungan alor
lebah berdengung-dengung dari ujung timur pulau pantar
mengitari sudut-sudut abui dan munaseli. Hingga ada pedang yang tercampak
“Selalu ada yang kalah! Selalu ada yang disimbah darah!”
Orang-orang bersorak meratapi kehilangan
Orang-orang menekuri kemalangan.

Tapi di Takpala. Gadis-gadis terus menari
sebelum masuk ke hutan-hutan
menyerahkan hidup pada pencarian
Lihat. Rentak kaki dan riuh tetabuhan menyambut kedatangan
moko bertingkahan mengiring kaki-kaki mungil berlingkaran
“Ayo menari. Marilah menari
lego-lego kita mainkan sebelum hari dijemput malam!”
Sejenak mereka lupa cerita-cerita hasil hutan
mereka lupakan pula jalan-jalan tanah serta pendakian

Lalu segala susut. Waktu setia beringsut
alor pun berjalan menuju masa depan.

2017
Puisi: Alor dan Gadis-gadis Takpala
Puisi: Alor dan Gadis-gadis Takpala
Karya: Iyut Fitra

Baca juga: Kumpulan Puisi Karangan Bebas

Post A Comment:

0 comments: