2017

Puisi: Banda Aku (Karya Yvonne de Fretes)

Banda Aku ( haiku ) biru dan laut kata dan desah menikam erat dada benteng Belgica berlayar malam semesta pun tersenyum pesta rakyat dan aku pane ju…

Puisi: Terhimpit Ragu (Karya A. Munandar)

Terhimpit Ragu         Kau terhempas dari duniaku atau aku yang terbuang dari duniamu?         Kau terkurung di duniamu atau aku y…

Puisi: Aku Melihat Hutan dalam Puisi (Karya Irma Agryanti)

Aku Melihat Hutan dalam Puisi tapak kaki pemburu gema penutur suara liar adalah lolong anjing di kebun anggur desis ular menyusup perambah sarang tam…

Puisi: Di Ruang Rapat Paripurna (Karya Joshua Igho)

Di Ruang Rapat Paripurna Di ruang rapat paripurna di meja pimpinan sidang ingin kutulis puisi yang meleleh dari tangisan anak negeri p…

Puisi: Karma Pembunuh Sumpah (Karya A. Munandar)

Karma Pembunuh Sumpah Ada sesuatu yang menunggu kita di luar sana, bahkan walau kita tidak pernah bergerak. Ada sesuatu yang mengharap…

Puisi: Elegi Nostalgia (Karya A. Munandar)

Elegi Nostalgia Apa kau ingat, betapa dulu kau tersesat di mataku? Betapa kau berjanji, tidak akan pernah mengatakan selamat tinggal? Dulu. Apapun ya…

Puisi: Bir Ali (Karya Soni Farid Maulana)

Bir Ali Sejak pakaian ihram dikenakan dan niat diucapkan: talbiyah menggema mengguncang ruang dalam. Air mataku meleleh perlahan. "Tuhanku, ini …

Puisi: Setelah Kutinggalkan Loksado (Karya Handrawan Nadesul)

Selembar Kartupos Tak Terkirim Setelah Kutinggalkan Loksado Sisakan untukku sehelai kayu manis kehidupan Menemaniku mencari rasa wangi ujung petetira…

Puisi: Mata Tak Menanti (Karya A. Munandar)

Mata Tak Menanti Mata tak menanti pada sisi kata itu. Jiwa tak bertali pada hati mati itu. Tapi hanya tapi maka hanya ma…

Puisi: Pergi Berkemah (Karya Avianti Armand)

Pergi Berkemah Syahadat Para Pekemah: Orang dewasa mengirim kami pergi berkemah agar selamanya kami kembali mencicipi darah kami sendiri. …

Puisi: Gelap (Karya Joshua Igho)

Puisi Gelap Puisi ini puisi gelap tentang cahaya yang kurampas dari matahari tentang pekat malam penuh misteri sunyi sepanjang waktu j…

Puisi: Orang Tak Bernegeri (Karya Nanang Suryadi)

Orang Tak Bernegeri Di manakah negerimu? Dia hanya menggelengkan kepala dan menggumam demikian panjang. Dia menandai peta dengan api Membakar batas-b…

Puisi: Pengasih Kedasih (Karya Inggit Putria Marga)

Pengasih Kedasih telah hamba patahkan sepasang sayap kedasih, sebab telur-telur kesedihan yang bertahun dieram ulu hati hamba, menetas usai teri…

Puisi: Bulan Festival (Karya J. Kamal Farza)

Bulan Festival Telah tiba lagi engkau ramadan sebuah bulan festival buat kita bersaing dan bertanding untuk menemukan siapa terbaik menca…
© Sepenuhnya. All rights reserved.