Puisi: Di Loksado Kudengar Seribu Pohon Bernyanyi (Karya Handrawan Nadesul) Di Loksado Kudengar Seribu Pohon Bernyanyi Terkesima aku pada semak pohon dan ilalang Ribuan tahun bertekun merangkai lereng Meratus Memberi hijau pa…
Puisi: Mimpi (Karya Akhudiat) Mimpi Hidup berkepanjangan Mimpi berlembar-lembar Kuyup keringat, darah dan airmata Dijemur matahari Menjelma kain wara-warni Dandanan terindah Sesia…
Puisi: Gravitasi (Karya Avianti Armand) Gravitasi Hari ini kita akan berjalan dan menjelma gema badai pasir – Seorang lelaki menyentuhkan ujung jarinya ke tanah yang mem…
Puisi: Di Kebun Binatang (Karya Abinaya Ghina Jamela) Di Kebun Binatang Di kebun binatang, para hewan menunggu dengan kesepian, bertahan untuk tidak lari, mereka seperti penjahat, terpenjara. Kura-kura b…
Puisi: Di Bangku Sekolah (Karya Abinaya Ghina Jamela) Di Bangku Sekolah Sekolah itu tidak menarik hanya duduk dan belajar itu saja, tak menarik, tak ada. Jika terus seperti itu otak terbebani. Seperti fi…
Puisi: Sehabis Penyembelihan (Karya Irma Agryanti) Sehabis Penyembelihan dua penyembelih di sisa peluh dua kurban dari satu di antara ajal yang tiba dan dendam yang tak mati di warna kelam besi tua se…
Puisi: Pagi di Sekolah (Karya Abinaya Ghina Jamela) Pagi di Sekolah Pagi cerah, bel berbunyi anak-anak masuk lapangan. Teman-temanku, berjalan pelan anak-anak lain berjalan di belakang. Aku bosan berdi…
Puisi: Perjalanan Jauh (Karya D. Kemalawati) Perjalanan Jauh Aku sedang berkemas menyiapkan segala keperluan perjalanan yang akan kutempuh begitu jauh …
Puisi: Orang Tak Bernegeri (Karya Nanang Suryadi) Orang Tak Bernegeri Di manakah negerimu? Dia hanya menggelengkan kepala dan menggumam demikian panjang. Dia menandai peta dengan api Membakar batas-b…
Puisi: Terhimpit Ragu (Karya A. Munandar) Terhimpit Ragu Kau terhempas dari duniaku atau aku yang terbuang dari duniamu? Kau terkurung di duniamu atau aku y…
Puisi: Saat Ditinggal Ibu (Karya Abinaya Ghina Jamela) Saat Ditinggal Ibu Ibu bicara, aku dengarkan. Kabar sedih memenuhi kepalaku. Ibu pergi, air mata memenuhi pipiku, tumpah dari wadahnya. Terdengar sua…
Puisi: Metafora (Karya Soni Farid Maulana) Metafora Kekasihku tubuhmu serupa sungai mengalirkan jiwaku ke hilir. Ke laut luas kehidupan. Ke tepi pantai tak terduga. Di sisiku, kau serupa lagu …
Puisi: Gendang (Karya Irma Agryanti) Gendang setelah tarian burung terbang masuki hutan sebuah rumah pohon menyimpan kambium dalam suhu buku dan seorang lelaki menceburkan diri ke sumber…
Puisi: Perempuan Bernama Ibu (Karya Herman RN) Perempuan Bernama Ibu (1) perempuan itu bernama ibu yang telah memperlihatkan aku bulan dan matahari. niscaya tiada berbalas meski bumi tiada la…