2017

Puisi: Bir Ali (Karya Soni Farid Maulana)

Bir Ali Sejak pakaian ihram dikenakan dan niat diucapkan: talbiyah menggema mengguncang ruang dalam. Air mataku meleleh perlahan. "Tuhanku, ini …

Puisi: Setelah Kutinggalkan Loksado (Karya Handrawan Nadesul)

Selembar Kartupos Tak Terkirim Setelah Kutinggalkan Loksado Sisakan untukku sehelai kayu manis kehidupan Menemaniku mencari rasa wangi ujung petetira…

Puisi: Mata Tak Menanti (Karya A. Munandar)

Mata Tak Menanti Mata tak menanti pada sisi kata itu. Jiwa tak bertali pada hati mati itu. Tapi hanya tapi maka hanya ma…

Puisi: Pergi Berkemah (Karya Avianti Armand)

Pergi Berkemah Syahadat Para Pekemah: Orang dewasa mengirim kami pergi berkemah agar selamanya kami kembali mencicipi darah kami sendiri. …

Puisi: Gelap (Karya Joshua Igho)

Puisi Gelap Puisi ini puisi gelap tentang cahaya yang kurampas dari matahari tentang pekat malam penuh misteri sunyi sepanjang waktu j…

Puisi: Orang Tak Bernegeri (Karya Nanang Suryadi)

Orang Tak Bernegeri Di manakah negerimu? Dia hanya menggelengkan kepala dan menggumam demikian panjang. Dia menandai peta dengan api Membakar batas-b…

Puisi: Pengasih Kedasih (Karya Inggit Putria Marga)

Pengasih Kedasih telah hamba patahkan sepasang sayap kedasih, sebab telur-telur kesedihan yang bertahun dieram ulu hati hamba, menetas usai teri…

Puisi: Bulan Festival (Karya J. Kamal Farza)

Bulan Festival Telah tiba lagi engkau ramadan sebuah bulan festival buat kita bersaing dan bertanding untuk menemukan siapa terbaik menca…

Puisi: Seekor Ular Betina (Karya Aslan Abidin)

Seekor Ular Betina - aku bukan adam dan tak bersama hawa, tiada pohon khuldi serta tidak berada di surga. namun di jalan suram berliku itu, aku diceg…

Puisi: Gendang (Karya Irma Agryanti)

Gendang setelah tarian burung terbang masuki hutan sebuah rumah pohon menyimpan kambium dalam suhu buku dan seorang lelaki menceburkan diri ke sumber…

Puisi: Hikayat Orang Gunung (Karya Irma Agryanti)

Hikayat Orang Gunung tebing licin seperti krewang dengan glasir terang adalah benteng semenanjung di selasar nyala biji jarak menerakan lajur ke beka…

Puisi: Penembang (Karya Irma Agryanti)

Penembang di tutur, sepagut kisah di tubir, sebait lagu kecuali tembang, segalanya jadi bisu himne masa tua dari masa lalu suara-suara, di luar burun…

Puisi: Mendatangi Hutan (Karya Irma Agryanti)

Mendatangi Hutan pada mulanya mata kelinci menyilaukan getah pinus lalu yang tersembunyi menjadi awas seperti sekawan pemburu menyeberangi lahan gamb…
© Sepenuhnya. All rights reserved.