Code

Gardu listrik mendadak meledak malam itu
menyuguhkan biji-biji api
code menjadi gelap
di sini tidak ada pocong, katamu,
mari kita teruskan merayakan cinta

Aku menambah teh hangat lagi
jam segini, seharusnya kita sudah tidur
tapi kereta datang terlambat
hotel sudah tutup
malam telah menggulung lapak

Kau mau mie instan, sate, roti bakar
atau kesunyian?
Ah, mengapa kantuk berubah jadi biji salak
lagumu begitu lucu
seharusnya kita tak tidur di matamu.

Yogya, 29 Maret 2009
Puisi Mustafa Ismail
Puisi: Code
Karya: Mustafa Ismail

Baca juga: Kumpulan Puisi dari Joko Pinurbo

Post A Comment:

0 comments: