Ikrar Para Penganggur

Lepaskan belenggu pengangguran
menjerat jiwa semakin parah
melahirkan wajah-wajah kepalsuan
pembawa wabah penyakit menular.

Kami dari sekian penganggur
kumpulan rakyat jelata terbuang
tersisih dalam kemelut zaman
dininabobokkan janji-janji semu
terombang-ambing masa menikam.

Kami selaksa penganggur
terdampar di emper-emper pertokoan
terkurung dalam tong-tong sampah
terkuliti kancah debu nista
membawa rasa kadangkala dosa.

Kami sah-sah saja disebut gelandangan
penganggur tak beratap-tak bertepi
tak hendak berpacu dalam penyelewengan
kami ikhlas saja dicap-cip-copkan
dengan nama orang-orang tak berguna
tapi;
bila kebenaran kami dapatkan, kenyanglah kami
bila kebenaran diselewengkan, laparlah kami
o, terkutuklah kau jahanam
yang membuat tangan pendek menjadi panjang
yang membuat air mata membasahi jalan berliku
yang membuat lorong putih menjadi hitam
yang membuat hati nurani menjadi iri
yang membuat surga jadi neraka
yang menghadirkan berjuta-juta nafas kepalsuan
“lepaskan belenggu pengangguran”
Itulah ikrar kami.

Jakarta-Banda Aceh, 1989
Puisi: Ikrar Para Penganggur
Puisi: Ikrar Para Penganggur
Karya: Sulaiman Juned

Baca juga: Kumpulan Puisi Singkat Jakarta

Post A Comment:

0 comments: