Puisi: Bintang Mati (Karya Soni Farid Maulana) Bintang Mati Duduk di bangku kayu, menghayati sorot matamu yang kelam oleh kabut dukacita. Aku temukan bintang mati. Bintang yang dulu berpijar dala…
Puisi: Aku Ingin (Karya Sapardi Djoko Damono) Aku Ingin aku ingin mencintaimu dengan sederhana; dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu. aku ing…
Puisi: Kisah Sebutir Debu di Trotoar Jalan Salemba Raya Jakarta (Karya F. Rahardi) Kisah Sebutir Debu di Trotoar Jalan Salemba Raya Jakarta Sebutir debu kedinginan di trotoar Jalan Salemba Raya "Kalau saja h…
Puisi: Intimidasi dalam Demokrasi (Karya Remy Sylado) Intimidasi dalam Demokrasi siapa berani melebihi kepala terhadap kepala pasti bakal hilang kepala 1989 Sumber: Puisi Mbeling (2004) Analisis Puisi :…
Puisi: Jakarta (Karya D. Kemalawati) Jakarta Semalam terakhir itu seribu jarum di bantal tidur mengukir luka. Jakarta, 1989 Analisis Puis…
Puisi: Dalam Doaku (Karya Sapardi Djoko Damono) Dalam Doaku Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening siap menerima cahaya perta…
Puisi: Ledakan yang Lembut (Karya Acep Zamzam Noor) Ledakan yang Lembut Masih kudengar ledakan-ledakan lembutmu Seakan meruntuhkan bangunan malam dan susunan cahayanya Dari tatapanmu masih kubaca sisa …
Puisi: Masyarakat Rosa (Karya Afrizal Malna) Masyarakat Rosa Dari manakah aku belajar jadi seseorang yang tidak aku kenal, seperti belajar menyimpan diri sendiri. Dan seperti usiamu kini, m…
Puisi: Surat dari Neraka (Karya F. Rahardi) Surat dari Neraka (sepucuk surat telah dikirim oleh seorang istri yang sudah mati kepada suaminya yang masih hidup dan sedang sibuk makan nas…
Puisi: Hujan Bulan Juni (Karya Sapardi Djoko Damono) Hujan Bulan Juni tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu. tak ada yang l…
Puisi: Kerinduan (Karya John Dami Mukese) Kerinduan Rinduku adalah ombak lautan Menggelora bahana pada kedalamannya Bergemuruh guruh menuju tepian Terhempas pasrah menggapai pantai Dan percik…
Puisi: London, Abad Sembilan Belas (Karya Taufiq Ismail) London, Abad Sembilan Belas (1) Pada ronde ke-99 yang berdarah-darah Petinju Simon Byrne selesai sudah Dia m…