1989

Puisi: Pesan (Karya A. Rahim Eltara)

Pesan Begitulah setiap hari daun-daun itu Gugur merayap mencium telapak akar pangkal Setelah tutur ceritanya…

Puisi: Aku Ingin (Karya Sapardi Djoko Damono)

Aku Ingin aku ingin mencintaimu dengan sederhana; dengan kata yang tak sempat diucapkan  kayu kepada api yang menjadikannya abu. aku ing…

Puisi: Litani (Karya Rita Oetoro)

Litani dengan tangan, daku: — menulis sajak demi sajak sebagai   neraca dan tonggak jati diri — membelai wajah kekasih dengan   kasih tak bertepi — …

Puisi: Nyanyian Kecil (Karya Ariffin Noor Hasby)

Nyanyian Kecil menggenapkan hari-hari rindu, o, laut seperti gelombang aku di sini menghempas kenangan demi kenangan di muara mimpi kudapatkan sisa t…

Puisi: Surat Perahu (Karya Ariffin Noor Hasby)

Surat Perahu Surat perahu dibaca di sungai-sungai termangu beratus kalimat meriak dalam jantungku menyimak sekian irama di dalamnya memanggil: "…

Puisi: Yang Bertanya Dalam Malam (Karya Abdul Wachid B. S.)

Yang Bertanya Dalam Malam berkali lagikah mesti kujeritkan namamu agar memancar wajahmu dari hadapan dan o,…

Puisi: Ketika Kau Tak Ada (Karya Sapardi Djoko Damono)

Ketika Kau Tak Ada Pour Donne ketika kau tak ada, masih tajam seru jam dinding itu, jendela tetap seperti matamu nafas langit pun d…

Puisi: Renungan-Renungan Metafisik (Karya YS Agus Suseno)

Renungan-Renungan Metafisik Aku menunda bunuh diri manakala kesempatan itu tiba Sebab apakah namanya kebebasan yang tidak membebaskan? Kecuali desir …

Puisi: Pandangan dari Sebuah Daratan (Karya T. Alias Taib)

Pandangan dari Sebuah Daratan langit dan laut bersetubuh di atas ranjang senja dan lahirlah sebuah kapal laut dan langit begitu berat melepaskan kapa…

Puisi: Di Rumah Sakit Besar (Karya Motinggo Boesje)

Di Rumah Sakit Besar Ternyata, kita sedang berada di sini, di tanah asal, dunia kita semua Namun, kita mesti mengerti, Bahwa kita semua, bermilyar ju…

Puisi: Rumah yang Terbuka (Karya Acep Zamzam Noor)

Rumah yang Terbuka Jarum penglihatanku memasuki seluruh pori-pori Dalam tubuhmu. Keindahan yang kugali sering menjelma api Yang menyalakan s…

Puisi: Requiem (Karya M. Nasruddin Anshoriy Ch)

Requiem Melambai, melambailah hatiku sampai Kini aku sirna. Sirnalah bonekaMu Karam di palung menjelma karang-karang Tuhanku, kini aku abadi di kefan…

Puisi: Zuhud (Karya M. Nurgani Asyik)

Zuhud Aku bisa melupakan sakit-sakit sebelumnya begitu tenggelam dalam dada-Mu Dan amatlah merdu sambut sapa-Mu: "Kekasih; laman…
© Sepenuhnya. All rights reserved.