1989

Puisi: Sang Penyair (Karya Saini KM)

Sang Penyair Sepi telah memanggilku untuk mengembara di batas kini dan nanti, malam dan pagi; mendengar bintang bernyanyi, bulan bermimpi. …

Puisi: Warisan Kita (Karya Afrizal Malna)

Warisan Kita Bicara lagi kambingku, pisauku, ladangku, komporku, rumahku, payungku, gergajiku, empang ikanku, genting kacaku, emberku, geretan gas…

Puisi: Lupa Aku, Nomor Telepon Hakim Agung Bismar Siregar (Karya Taufiq Ismail)

Lupa Aku, Nomor Telepon Hakim Agung Bismar Siregar Adu hewan, katanya Dilarang oleh etika, agama, akal waras …

Puisi: Mikropon yang Pecah (Karya Afrizal Malna)

Mikropon yang Pecah Mereka pernah keluar dari kota kecil itu, sebuah pengeras suara dengan pendengar yang sunyi. Setelah itu mereka tak pernah kem…

Puisi: Arafah (Karya Acep Zamzam Noor)

Arafah Kekasih, pandangi aku yang nanar Bersimpuh dalam tatapanmu Setelah letih memanggul kopor nasib Menyeret-nyeret usia Merenangi keringat dan dar…

Puisi: Nikah Rumputan (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Nikah Rumputan telah lusuh gaun pengantin: lepas rendanya. sebab bunga liar yang esok bakal kaupetik, tak tumbuh juga. bagaimana aku bisa menunggumu …

Puisi: Tentang Sebuah Gerakan (Karya Wiji Thukul)

Tentang Sebuah Gerakan tadinya aku pengin bilang aku butuh rumah tapi lantas kuganti dengan kalimat: setiap orang butuh tanah ingat…

Puisi: My Melancholy Blues (Karya Acep Zamzam Noor)

My Melancholy Blues (1) Aku masih berlayar mengikuti tarikan angin Menembus rahasia senja. Bukan ke muara Perjalananku menuju dan tidak juga …

Puisi: Panorama Alam Benda (Karya Soni Farid Maulana)

Panorama Alam Benda Aku biarkan pikiran warasku mengembara di atas papan catur . Aku beri bentuk kehidupan pada bidak putih dan hitam. Keduanya berge…

Puisi: Bulu Matamu, Padang Ilalang (Karya Joko Pinurbo)

Bulu Matamu: Padang Ilalang Bulu matamu: padang ilalang. Di tengahnya: sebuah sendang. Kata sebuah dongeng, dulu ada seorang musafir dat…

Puisi: Kemerdekaan, Kesaksian Seorang Penyair (Karya Sulaiman Juned)

Kemerdekaan: Kesaksian Seorang Penyair Kemerdekaan adalah ketika kita bebas berbicara tentang hak yang berhak ketika kita bebas dari pasung…

Puisi: Pada Ombaklah (Karya Acep Zamzam Noor)

Pada Ombaklah Akhirnya kuterima cuaca buruk yang kauwariskan Langit menaburkan hujan dari ketiaknya yang suram Sedang kegelapan membuka jalan bagi se…

Puisi: Rumah Kosong (Karya Abdul Wachid B. S.)

Rumah Kosong berkali memanggil suara itu mestikah kumasuki pintumu? rumah kosong burung jiwa terlepas melintas jendela mencari nama ba…

Puisi: Sia-Sia (Karya D. Kemalawati)

Sia-Sia Mengejar bayangmu kasih bagai ombak memburu tepian tak berbekas. Meulaboh, 1989 Analisis Puisi…
© Sepenuhnya. All rights reserved.