Puisi: Sang Penyair (Karya Saini KM) Sang Penyair Sepi telah memanggilku untuk mengembara di batas kini dan nanti, malam dan pagi; mendengar bintang bernyanyi, bulan bermimpi. …
Puisi: Warisan Kita (Karya Afrizal Malna) Warisan Kita Bicara lagi kambingku, pisauku, ladangku, komporku, rumahku, payungku, gergajiku, empang ikanku, genting kacaku, emberku, geretan gas…
Puisi: Lupa Aku, Nomor Telepon Hakim Agung Bismar Siregar (Karya Taufiq Ismail) Lupa Aku, Nomor Telepon Hakim Agung Bismar Siregar Adu hewan, katanya Dilarang oleh etika, agama, akal waras …
Puisi: Mikropon yang Pecah (Karya Afrizal Malna) Mikropon yang Pecah Mereka pernah keluar dari kota kecil itu, sebuah pengeras suara dengan pendengar yang sunyi. Setelah itu mereka tak pernah kem…
Puisi: Arafah (Karya Acep Zamzam Noor) Arafah Kekasih, pandangi aku yang nanar Bersimpuh dalam tatapanmu Setelah letih memanggul kopor nasib Menyeret-nyeret usia Merenangi keringat dan dar…
Puisi: Nikah Rumputan (Karya Dorothea Rosa Herliany) Nikah Rumputan telah lusuh gaun pengantin: lepas rendanya. sebab bunga liar yang esok bakal kaupetik, tak tumbuh juga. bagaimana aku bisa menunggumu …
Puisi: Tentang Sebuah Gerakan (Karya Wiji Thukul) Tentang Sebuah Gerakan tadinya aku pengin bilang aku butuh rumah tapi lantas kuganti dengan kalimat: setiap orang butuh tanah ingat…
Puisi: My Melancholy Blues (Karya Acep Zamzam Noor) My Melancholy Blues (1) Aku masih berlayar mengikuti tarikan angin Menembus rahasia senja. Bukan ke muara Perjalananku menuju dan tidak juga …
Puisi: Panorama Alam Benda (Karya Soni Farid Maulana) Panorama Alam Benda Aku biarkan pikiran warasku mengembara di atas papan catur . Aku beri bentuk kehidupan pada bidak putih dan hitam. Keduanya berge…
Puisi: Bulu Matamu, Padang Ilalang (Karya Joko Pinurbo) Bulu Matamu: Padang Ilalang Bulu matamu: padang ilalang. Di tengahnya: sebuah sendang. Kata sebuah dongeng, dulu ada seorang musafir dat…
Puisi: Kemerdekaan, Kesaksian Seorang Penyair (Karya Sulaiman Juned) Kemerdekaan: Kesaksian Seorang Penyair Kemerdekaan adalah ketika kita bebas berbicara tentang hak yang berhak ketika kita bebas dari pasung…
Puisi: Pada Ombaklah (Karya Acep Zamzam Noor) Pada Ombaklah Akhirnya kuterima cuaca buruk yang kauwariskan Langit menaburkan hujan dari ketiaknya yang suram Sedang kegelapan membuka jalan bagi se…
Puisi: Rumah Kosong (Karya Abdul Wachid B. S.) Rumah Kosong berkali memanggil suara itu mestikah kumasuki pintumu? rumah kosong burung jiwa terlepas melintas jendela mencari nama ba…
Puisi: Sia-Sia (Karya D. Kemalawati) Sia-Sia Mengejar bayangmu kasih bagai ombak memburu tepian tak berbekas. Meulaboh, 1989 Analisis Puisi…