Kutacane

Kutacane kupandang erat
adalah perawan terpanggang matahari
mengawini pepohonan mati
adalah bocah berjalan telanjang
mandi di kali bersuka-ria
adalah pengembala - mengembara
mencari tempat tambatan ternak
adalah jantung dicincang-cincang
seperti Si Layar dibunuh karena iri dan dengki.

Kutacane kupandang erat
desau angin membisikkan suara ganda
gunung leuser kering kerontang
permainan badut memperkaya diri
sungai Alas berkecipak menggelegak murka
seamsal Pihir memendam dendam
luka yang sangat dalam
seamsal Dihe malam pengantin meriah
rela memamah tuba

(Aku baca hati sendiri - menyaksikan luka diri).

Aceh Tenggara, 1995
Puisi: Kutacane
Puisi: Kutacane
Karya: Sulaiman Juned

Baca juga: Kumpulan Puisi Cinta untuk Mama
Loading...

Post A Comment:

0 comments: