Ladang Batu

Terlambat
mengeja tasbih di bibir
angkuh. Menyekap jejak tubuh
zikir - pikir meluruh Balai Losa berladang batu.

Terlambat
mengeja jiwa terluka di ujung
bulan. Kemana sembunyikan getir
durinya tertancap kulit - daging - hati rakyat Pasie Laweh
Balai Losa jadi ladang batu - air dan lumpur. 

Terlambat
mengeja nama-Mu. Saksikan Balai Losa jadi ladang batu
pekik - tangis menyatu gemuruh lahar dingin merapi
aku hanya mampu mengantar mawar sempurnakan segala kisah 
Itulah kami ya Allah yang angkuh dan pongah 
sering lupa jika sedang dirundung bahagia
hilang ingat jika sedang berpesta. Tak tahu diri
jika sedang berkuasa-alpa melaut di sajadah 
menjenguk wajah-Mu. Sekali lagi maafkanlah.

(Kami hanya debu di telunjuk Allah ya Allah).

Batusangkar, 5 April 2009


Catatan: Balai Losa (Bahasa Minang = Pekan Selasa). Merupakan sebuah pasar tradisional yang berada di Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar yang sekarang ditimbun oleh batu Pasca Longsor.
Puisi: Ladang Batu
Puisi: Ladang Batu
Karya: Sulaiman Juned

Baca juga: Kumpulan Puisi tentang Ibunda Tercinta

Post A Comment:

0 comments: