Membaca Wajah Ibu

Di situlah bintang itu, terselip dalam kelopak mata
tetap cerah, tetap indah
dan aku pun larut dalam sinarnya

Di situlah laut, mengalirkan hawa dingin
bagi setiap perjalanan
tetap teduh, tetap biru
membuatku selalu kangen dan terpana

Di situlah sumur, yang tak pernah lelah
memberi
aku adalah gayung, yang masih tetap
menimbanya.

Jakarta
6 Januari 1998
Puisi Mustafa Ismail
Puisi: Membaca Wajah Ibu
Karya: Mustafa Ismail

Baca juga: Kumpulan Puisi tentang Gempa Bumi Aceh
Loading...

Post A Comment:

0 comments: