Puisi: Kepada Ibu (Karya Gunoto Saparie) Kepada Ibu keteduhan wajah ibu adalah ketenangan hati keluarga seberkas puisi-puisi rindu tiga belas anakmu mendoa pada malam-malam sepi kami menyuru…
Puisi: Gurita (Karya Kinanthi Anggraini) Gurita Yang melingkar pada kedua sisi perut mungil yang berisi pagi tali sejumlah sepuluh kaki berikat erat di kanan dan kiri di sanalah…
Puisi: Rindu Emak (Karya Fikar W. Eda) Rindu Emak Angin sepi berayun gelisah antara dua kutub di padang batu dan gerimis lukai perut bumi rin…
Puisi: Buat Ibu (Karya Hartojo Andangdjaja) Buat Ibu Getih kasihmu putih dan tanganmu kembang meraih hati pencari yang letih telah pulang dia dari seberang: betapa jauh perginya — telah pulang …
Puisi: Kerabat Kita (Karya Sutan Takdir Alisjahbana) Kerabat Kita (Hari Ibu) Bunda, masih kudengar petuamu bergetar waktu ku tertegun di ambang pintu, melepas…
Puisi: Larut Malam Suara Sebuah Truk (Karya Taufiq Ismail) 1946: Larut Malam Suara Sebuah Truk Sebuah Lasykar truk Masuk kota Salatiga Mereka menyanyikan lagu 'Sudah Bebas Negeri Kita…
Puisi: Doa Seorang Ibu bagi Anaknya (Karya Diah Hadaning) Doa Seorang Ibu bagi Anaknya (I) Jadikan aku sungai jernih, Tuhan mengalir tenang 'nuju muara tempat anakku menghilir. (II) Jadikan ak…
Puisi: Perempuan Itu Adalah Ibuku (Karya Arifin C. Noer) Perempuan Itu Adalah Ibuku Perempuan yang bernama kesabaran 'pabila malam menutup pintu-pintu rumah masih saja ia duduk menjaga anak-a…
Puisi: Ibu (Karya Hartojo Andangdjaja) Ibu Adakah ia puri ataukah ia puisi Barangkali adalah ia puri dalam sebuah puisi punya taman-taman bermatahari indah seperti dalam mimpi Pangeran kec…
Puisi: Wajah Ibu (Karya Dimas Arika Mihardja) Wajah Ibu Pepohon rindang daun adalah engkau, ibu tak lelah mengairi dan mengalirkan embun di musim kemarau engkaulah, wajah yang bu…
Puisi: I Love You, Ibu (Karya Dianing Widya Yudhistira) I Love You, Ibu Wajahmu membayang pada senyap arloji yang meleleh juga langkah yang berkarat Gurat bibirmu membayang — pada wajah anak-anak, angin ya…
Puisi: Ibuku Dehulu (Karya Amir Hamzah) Ibuku Dehulu Ibuku dehulu marah padaku diam ia tiada berkata aku pun lalu merajuk pilu tiada peduli apa terjadi. Matanya terus mengawa…
Puisi: Bayang Ibu (Karya D. Kemalawati) Bayang Ibu Nak, ini tangga terakhir bagimu tangan ibu akan kau lepaskan kau lihat burung-burung di atas sana…