Menuai Api

Memaknai kemerdekaan
gerimis mengurung rahasia mimpi
melahirkan derita jadikan tuba-sakit-pilu
menyayat ruang pemikiran - merubah peradaban
jangan pagari hati dengan perseteruan. Menuai
jembatan kasih sayang - meski datang malam
di jiwa. Aku tak tinggal diam
api sunyi - menyala menyilaukan mata. Kesetiaan
berkalang maut. Ini rumah kuberi nama cinta
baik dan buruk kutulis di kalbu.

Padang, 2001
Puisi: Menuai Api
Puisi: Menuai Api
Karya: Sulaiman Juned

Baca juga: Kumpulan Puisi Yang Menyentuh Hati

Post A Comment:

0 comments: