Penari Piring

Aku telah datang sebelum jemari disembahkan. Mulai talempong
serta tambur yang diguguh di hampar kaca-kaca ruruh
kusambut senyum jambu muda sewarna baju kurung itu. menarilah!
Sebelum malam jadi. Dan puput batang padi yang kita sebut serunai
bertingkah berubah lengang. Menarilah!
Di panggung waktu yang terburu. Cawan gelisah yang tersimpan di rumah
hentakan segala sampai derai. O, menarilah!

Malam lalu
waktu begitu laju

Cicin gemeretak di antara kaki yang menghentak
lingkaran usia. Langit luas kehidupan
dari panggung ke panggung kampung halaman diusung
elok-elok manjek kemauniang, jang sampai dahannyo patah
elok-elok menari piriang, jang sampai piriangnyo pacah
dan di puncak ketika kaca-kaca berhamburan. Saat dua piring pecah
ada luka yang tak bisa ia ceritakan.

Payakumbuh, Juni 2011
Puisi: Penari Piring
Puisi: Penari Piring
Karya: Iyut Fitra

Baca juga: Kumpulan Puisi Karya Sendiri tentang Kehidupan

Post A Comment:

0 comments: