Sajak Senja

Kumasuki lembah itu. cuaca tak lagi berteguran
senja adalah perpisahan paling gawat
kita saling berpinjam waktu. dalam tahun-tahun kelabu
kau dengar langkah kanak-kanak di kaki bukit itu. daun-daun kering
di tangannya. legenda puti sari banilai di puncak harau ditarikan
pangeran, tambatkan kapalmu ke tepi. sebentar lagi malam
di sini berduri tabuh yang serupa hantu-hantu
sipongang dari dinding lengang, uir-uir. senja kan melipat
menajam galau

Lama kusetubuhi waktu di rentang harimu
peluk yang bertukaran jemari
tak sedikit cerita menabung airmata; aku mencintai senja
rembang itu melemparku ke awang-awang. di langit kelelawar
bergerombolan
bukankah hidup untuk saling meninggalkan?

Kumasuki lembah itu. baumu terasa lengkap
kayu-kayu basah. anak sungai mengalir ke hilir
lihat, kapalku lepas. gelombang menampar tapi tunggulah
di pelabuhan
aku pernah mendekap lama. sampai musim tanggal
luruh dari kalender. di kaki bukit itu kanak-kanak terus bertarian
dalam legenda
senja, adalah kesepian paling sempurna.

Payakumbuh, 2007
Puisi: Sajak Senja
Puisi: Sajak Senja
Karya: Iyut Fitra

Baca juga: Kumpulan Puisi Pendek tentang Cinta

Post A Comment:

0 comments: