Puisi: Tukang Puisi (Karya Esha Tegar Putra) Tukang Puisi beberapa gelitik lagi kau akan sampai pada tempat yang bernama sakit sekian mantera, bakal tuah penebar fitnah ke daging, tel…
Puisi: Duri dalam Kopi (Karya Esha Tegar Putra) Duri dalam Kopi masokhis . sebut aku duri dan kau akan menemukanku sebagai lelaki tanpa mata hati, lelaki di gulungan ombak lelaki yang bers…
Puisi: Rest in Peace (Karya Kurniawan Junaedhie) Rest in Peace ( Untuk Lazuardi Adi Sage ) Terbungkus di dalam kain kafan, tak ada lagi nama yang bisa disa…
Puisi: Nyanyian Anak Gunung (Karya Rahman Arge) Nyanyian Anak Gunung Dari pucuk Lebong anak bukit Malino Senja mengapung Dapat kulihat punggung-punggung bangau Terbang pulang dari sawah-sawah Lihat…
Puisi: Merintis Gerimis (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa) Merintis Gerimis Dalam diam aku mendekam antara ngarai dan tebing curam bersama luka lintasi malam sesaat…
Puisi: Oase Takdir Mimpi (Karya Akhmad Taufiq) Oase Takdir Mimpi Jangan tanyakan jati diri Kalau yang sejati tlah kita bunuh sendiri Sejak zaman azali Maka berbaringlah barangkali o…
Puisi: Inakke (Karya Rahman Arge) Inakke Kutunggu apalagi "Tenamo Takammana" (yang mau jadi, jadilah) Bikin jalan sendiri Dan tempuh! Jika laut bertaring, menganga "Pas…
Puisi: Kutulis Lagi Sebuah Puisi (Karya Ahda Imran) Kutulis Lagi Sebuah Puisi Kutulis lagi sebuah puisi mungkin untukmu, mungkin juga bukan kata-kata selalu punya banyak kemungkinan, seperti…
Puisi: Telaga Air Mata (Karya Anthony Sutanto Atmaja) Telaga Air Mata Air matamu tumpah menggenang dalam telaga Aku membasuh roh, melempar mimpi Kabut-kabut hampir hilang ditempa cahaya. Ba…
Puisi: Dina Upakara (Karya Anthony Sutanto Atmaja) Dina Upakara (: Komunitas suster PMY) Anak yang dia susui dengan payudara perawan itu bisu. Mata mereka berselimutkan kabut, tak sanggup m…
Puisi: Siti Surabaya (Karya F. Aziz Manna) Siti Surabaya karena aku terlahir di sini dari keluarga seperti ini maka namaku siti, siti jamilah tepatnya lambang kesuburan dan keindahan…
Puisi: Kepompong Waktu (Karya Ali Syamsudin Arsi) Kepompong Waktu "semuanya tinggallah menunggu, juga aku di barisan yang sebelah mana pada stasiun yang mana kapan-kapan, akan menjadi biasa saja…