2007

Puisi: Tukang Puisi (Karya Esha Tegar Putra)

Tukang Puisi beberapa gelitik lagi kau akan sampai pada tempat yang bernama sakit sekian mantera, bakal tuah penebar fitnah ke daging, tel…

Puisi: Duri dalam Kopi (Karya Esha Tegar Putra)

Duri dalam Kopi masokhis . sebut aku duri dan kau akan menemukanku sebagai lelaki tanpa mata hati, lelaki di gulungan ombak lelaki yang bers…

Puisi: Rest in Peace (Karya Kurniawan Junaedhie)

Rest in Peace ( Untuk Lazuardi Adi Sage ) Terbungkus di dalam kain kafan,  tak ada lagi nama yang bisa disa…

Puisi: Nyanyian Anak Gunung (Karya Rahman Arge)

Nyanyian Anak Gunung Dari pucuk Lebong anak bukit Malino Senja mengapung Dapat kulihat punggung-punggung bangau Terbang pulang dari sawah-sawah Lihat…

Puisi: Merintis Gerimis (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Merintis Gerimis Dalam diam aku mendekam antara ngarai dan tebing curam bersama luka lintasi malam sesaat…

Puisi: Oase Takdir Mimpi (Karya Akhmad Taufiq)

Oase Takdir Mimpi Jangan tanyakan jati diri Kalau yang sejati tlah kita bunuh sendiri Sejak zaman azali Maka berbaringlah barangkali o…

Puisi: Inakke (Karya Rahman Arge)

Inakke Kutunggu apalagi "Tenamo Takammana" (yang mau jadi, jadilah) Bikin jalan sendiri Dan tempuh! Jika laut bertaring, menganga "Pas…

Puisi: Kutulis Lagi Sebuah Puisi (Karya Ahda Imran)

Kutulis Lagi Sebuah Puisi Kutulis lagi sebuah puisi mungkin untukmu, mungkin juga bukan kata-kata selalu punya banyak kemungkinan, seperti…

Puisi: Telaga Air Mata (Karya Anthony Sutanto Atmaja)

Telaga Air Mata Air matamu tumpah menggenang dalam telaga Aku membasuh roh, melempar mimpi Kabut-kabut hampir hilang ditempa cahaya. Ba…

Puisi: Dina Upakara (Karya Anthony Sutanto Atmaja)

Dina Upakara (: Komunitas suster PMY) Anak yang dia susui dengan payudara perawan itu bisu. Mata mereka berselimutkan kabut, tak sanggup m…

Puisi: Siti Surabaya (Karya F. Aziz Manna)

Siti Surabaya karena aku terlahir di sini dari keluarga seperti ini maka namaku siti, siti jamilah tepatnya lambang kesuburan dan keindahan…

Puisi: Kepompong Waktu (Karya Ali Syamsudin Arsi)

Kepompong Waktu "semuanya tinggallah menunggu, juga aku di barisan yang sebelah mana pada stasiun yang mana kapan-kapan, akan menjadi biasa saja…
© Sepenuhnya. All rights reserved.