Bahkan

Bahkan jarum jam pun hanya mengulang
andai detiknya bukan kejemuan, kau tangkap
keluh bumi seperti anak yang tak habis berharap
dan mata kecilnya yang gelisah
memandang laut hanya dunia garam dan ikan-ikan

Bayang-bayangmu juga
yang susut karena lampu di pelupukmu padam
Lebih menjemukan dari rembang petang
Tapi berangkatlah!
Di seberang gelombang mungkin udara terang.

1976
Puisi: Bahkan
Puisi: Bahkan
Karya: Abdul Hadi WM

Baca juga: Kumpulan Puisi Islami
Loading...

Post A Comment:

0 comments: