Berwudhu

Si Muslim Kecil sudah pandai berwudhu.
Berwudhu, mengambil air sembahyang.
Dia sering melihat ayah dan ibu.
Berwudhu sebelumnya pergi sembahyang.

Air wudhu harus baik!, kata si Muslim.
Dia rupanya sudah tahu.
Jika air wudhu terpakai kita.
Wudhu itu menjadi sia-sia.

Si Muslim Kecil sedang berwudhu.
Niatnya juga dia sudah tahu.
Disiramnya muka dan tangan.
Ubun-ubun, telinga kiri dan kanan.
Tak lupa pula kedua kaki.
Kesemuanya itu dalam tiga kali.

Ke arah kiblat si Muslim berdiri.
Tangan diangkat tersusun jari.
Ia mendo’a kepada Ilahi.

Doanya itu pendek saja.
Karena itu ia telah hafal saja.

Si Muslim Kecil pandai sekali
Ibu dan bapaknya bersenang hati.


Versi terbitan 1978, penerbit Djambatan: Jika air kotor terpakai kita (bait 2, baris 3); Kesemuanya itu diulang tiga kali (bait 3, baris 6); Doanya pendek saja (bait 5, baris 1).
Puisi: Berwudhu
Puisi: Berwudhu
Karya: Syamsiar Seman

Baca juga: Kumpulan Syair Islami tentang Kematian

Post A Comment:

0 comments: