Di Terminal Kampung Rambutan Suatu Senja

Selalu saja kita hanya sibuk menghitung
Jadwal-jadwal pemberangkatan yang menempel
Di dinding waktu ruang tunggu
Padahal senja telah turun
Menangkupkan langit jauh
Mengantar arah mata angin ke kota entah

Sering kita alpa, manisku
Pada isyarat lampu yang telah menyala
Pada guratan nasib dan garis takdir
Yang mestinya tak dapat diduga

Kita seperti tak pernah memahami
Hakikat sebuah perjalanan
Datang dan pergi
Berangkat dan berhenti!

Puisi: Di Terminal Kampung Rambutan Suatu Senja
Puisi: Di Terminal Kampung Rambutan Suatu Senja
Karya: Asep Setiawan

Baca juga: Kumpulan Puisi Islami
Loading...

Post A Comment:

0 comments: