Gnoti Seauton

Manusia bebas, ruhnya bagai
firman Tuhan, embun dalam cuaca putih
mencucinya
Manusia bebas, ruhnya berjalan
ke tempat-tempat jauh dan menemui para nabi dan orang suci

Di muka laut, ditemuinya batu karang
dan awan buruk

Manusia bebas, ruhnya bagai
rantai emas yang dibelenggu matahari dan waktu

Di tengah alam yang sempit: Nasib
menyesak jantung dan tenggorokan
dan menimbulkan batuk dan dahak kotor
di tengah alam yang sempit: Kita
mencari puncak kenikmatan

Manusia bebas, ruhnya mencari
bayang-bayang Tuhan

gambar binatang
perwujudan dewa-dewa
yang putus asa

Di gerbang kuil besar:
Ruh terbang dan tidak kembali.

1969
Puisi: Gnoti Seauton
Puisi: Gnoti Seauton
Karya: Abdul Hadi WM

Baca juga: Kumpulan Puisi Ibu
Loading...

Post A Comment:

0 comments: