1969

Puisi: Di Rumah Sakit (Karya Budiman S. Hartoyo)

Di Rumah Sakit Masuklah, hai kau yang di luar yang melongokkan wajah di ambang pintu kamarku Masuklah aku sudah siap Keraguan hanya mem…

Puisi: Kepada Perempuan yang Sedang Tidur (Karya Saini KM)

Kepada Perempuan yang Sedang Tidur Mawar bibirmu, sejauh dahaga tubuh, menyejukkan dengan madu gaibnya. Namun kita kembali berpisa…

Puisi: Cintaku Tumbuh dengan Lambat (Karya Trisno Soemardjo)

Cintaku Tumbuh dengan Lambat Cintaku tumbuh dengan lambat, tapi bila sudah berakar, dia menetap. Rinduku tumbuh dengan lambat, tapi bila sudah turun,…

Puisi: Sementara Sepi (Karya Rayani Sriwidodo)

Sementara Sepi pokok murbai terangguk-angguk di halaman sesosok kelam di bidang datar beranda menyilang bayang murbai ke semak-semak pisang     hanya…

Puisi: Persahabatan (Karya Djamil Suherman)

Persahabatan (bagi moesy dan soge') Kita hakikatnya dilahirkan satu nama penderitaan dan kesetiaan tarikan tali nasib menyeretku mengenal takdir …

Puisi: Stasiun Gambir Jakarta, Menanti Pagi Sempurna (Karya Umbu Landu Paranggi)

Stasiun Gambir Jakarta, Menanti Pagi Sempurna Kabut terakhir,            perlahan surut ke arah barat merecikkan sosok sunyi,           di bangku tun…

Puisi: Ditulis dalam Kelam (Karya Wing Kardjo)

Ditulis dalam Kelam     Jari-jari dalam diri bagai akar yang tak pernah berhenti menggali bumi, makin dalam makin dalam dalam kelam     Jari-jari yan…

Puisi: Sendiri dalam Gelap (Karya Ikranagara)

Sendiri dalam Gelap Akulah anak pertama yang sendiri di tepi jurang Disapa kabut malam hari Akulah hati yang kedinginan Gemetar Terbuncang dalam duka…

Puisi: Kemarau di Kota (Karya Abdul Hadi WM)

Kemarau di Kota Kemarau ini membiarkan kita menyapu gelisah. Dan kurasa lebih hangat tubuhnya Debu. Atau gairah malam bisik-bisik lewat televisi, seb…

Puisi: Tamu (Karya Ajip Rosidi)

Tamu Kau yang menjenguk ke dalam relung hatiku Meninggalkan jejak menjadi saksi. Sejarah, pahatan batu. Dari dendam yang rindu. Tak …

Puisi: Sekali-Sekali (Karya Toeti Heraty)

Sekali-Sekali (untuk P.H.) setelah tiga hari bercinta, sudah kuduga         kata-kata tegas terang tak akan menj…

Puisi: Pelaut Muda (Karya D. Zawawi Imron)

Pelaut Muda Pelan-pelan perempuan itu mengguncang tubuh lakinya berbetulan terompet lokan ditiup orang di gardu bandar. Kasih sayang t…

Puisi: Di Liku Gang, Malam-Malam (Karya Rayani Sriwidodo)

Di Liku Gang, Malam-Malam ketika senyap menyergap malam merayap - mencari pagi di liku gang suara apa         ke detak langkah pelahan         berdet…

Puisi: Batuk-Mu Masih Bergema (Karya Rayani Sriwidodo)

Batuk-Mu Masih Bergema batuk-Mu masih bergema ketika doaku tergayut-gayut                     di bianglala ketukku masih merenggangkan pintu syorga  …
© Sepenuhnya. All rights reserved.