Puisi: Di Rumah Sakit (Karya Budiman S. Hartoyo) Di Rumah Sakit Masuklah, hai kau yang di luar yang melongokkan wajah di ambang pintu kamarku Masuklah aku sudah siap Keraguan hanya mem…
Puisi: Kepada Perempuan yang Sedang Tidur (Karya Saini KM) Kepada Perempuan yang Sedang Tidur Mawar bibirmu, sejauh dahaga tubuh, menyejukkan dengan madu gaibnya. Namun kita kembali berpisa…
Puisi: Cintaku Tumbuh dengan Lambat (Karya Trisno Soemardjo) Cintaku Tumbuh dengan Lambat Cintaku tumbuh dengan lambat, tapi bila sudah berakar, dia menetap. Rinduku tumbuh dengan lambat, tapi bila sudah turun,…
Puisi: Sementara Sepi (Karya Rayani Sriwidodo) Sementara Sepi pokok murbai terangguk-angguk di halaman sesosok kelam di bidang datar beranda menyilang bayang murbai ke semak-semak pisang hanya…
Puisi: Persahabatan (Karya Djamil Suherman) Persahabatan (bagi moesy dan soge') Kita hakikatnya dilahirkan satu nama penderitaan dan kesetiaan tarikan tali nasib menyeretku mengenal takdir …
Puisi: Stasiun Gambir Jakarta, Menanti Pagi Sempurna (Karya Umbu Landu Paranggi) Stasiun Gambir Jakarta, Menanti Pagi Sempurna Kabut terakhir, perlahan surut ke arah barat merecikkan sosok sunyi, di bangku tun…
Puisi: Ditulis dalam Kelam (Karya Wing Kardjo) Ditulis dalam Kelam Jari-jari dalam diri bagai akar yang tak pernah berhenti menggali bumi, makin dalam makin dalam dalam kelam Jari-jari yan…
Puisi: Sendiri dalam Gelap (Karya Ikranagara) Sendiri dalam Gelap Akulah anak pertama yang sendiri di tepi jurang Disapa kabut malam hari Akulah hati yang kedinginan Gemetar Terbuncang dalam duka…
Puisi: Kemarau di Kota (Karya Abdul Hadi WM) Kemarau di Kota Kemarau ini membiarkan kita menyapu gelisah. Dan kurasa lebih hangat tubuhnya Debu. Atau gairah malam bisik-bisik lewat televisi, seb…
Puisi: Tamu (Karya Ajip Rosidi) Tamu Kau yang menjenguk ke dalam relung hatiku Meninggalkan jejak menjadi saksi. Sejarah, pahatan batu. Dari dendam yang rindu. Tak …
Puisi: Sekali-Sekali (Karya Toeti Heraty) Sekali-Sekali (untuk P.H.) setelah tiga hari bercinta, sudah kuduga kata-kata tegas terang tak akan menj…
Puisi: Pelaut Muda (Karya D. Zawawi Imron) Pelaut Muda Pelan-pelan perempuan itu mengguncang tubuh lakinya berbetulan terompet lokan ditiup orang di gardu bandar. Kasih sayang t…
Puisi: Di Liku Gang, Malam-Malam (Karya Rayani Sriwidodo) Di Liku Gang, Malam-Malam ketika senyap menyergap malam merayap - mencari pagi di liku gang suara apa ke detak langkah pelahan berdet…
Puisi: Batuk-Mu Masih Bergema (Karya Rayani Sriwidodo) Batuk-Mu Masih Bergema batuk-Mu masih bergema ketika doaku tergayut-gayut di bianglala ketukku masih merenggangkan pintu syorga …